Dirgayuza: Cicilan Rp 1 Juta Buka Harapan Punya Rumah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id — Rumah layak merupakan tempat keluarga berlindung, anak-anak tumbuh, dan masa depan dibangun. Namun, bagi banyak keluarga Indonesia, kepemilikan rumah masih terasa jauh dari jangkauan. Harga, uang muka, dan kemampuan membayar cicilan menjadi tantangan untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok tersebut.
Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan menilai berbagai penawaran dalam Danantara Housing Expo di NICE PIK 2 membuka harapan bagi masyarakat untuk memiliki hunian. Dalam catatannya setelah mengunjungi pameran pada Jumat (28/08/2026), ia menyoroti pilihan rumah dan apartemen dengan cicilan mulai sekitar Rp1 juta per bulan serta sejumlah kemudahan pembiayaan.
“Setiap manusia Indonesia punya tiga kebutuhan pokok: sandang, pangan, dan papan,” tulis Dirgayuza dalam catatannya, Jumat (28/8/2026).
Menurut dia, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berupaya membuat kebutuhan papan semakin terjangkau. Rumah layak memiliki arti penting karena menjadi tempat keluarga membangun kehidupan, membesarkan anak, dan menyiapkan masa depan.
Dirgayuza menggambarkan bahwa sebelumnya, rumah dengan cicilan sekitar Rp1 juta per bulan maupun pembelian tanpa uang muka sangat jarang ditemukan. Bagi banyak keluarga, memiliki rumah pun terasa seperti mimpi yang terus menjauh.
Baca Juga
Baru Hari Pertama, Danantara Housing Expo Cetak Akad 300 Unit Rumah
Di Danantara Housing Expo, ia menemukan berbagai penawaran yang dinilainya dapat membantu mendekatkan mimpi tersebut. Berdasarkan pengamatannya, sebagian besar rumah dan apartemen yang dipasarkan dalam pameran itu memiliki opsi cicilan mulai sekitar Rp1 juta per bulan. “Ada rumah Rp166 juta dengan cicilan Rp1,07 juta sebulan; ada apartemen siap huni Rp1,4 juta sebulan,” tulisnya.
Dirgayuza juga menyebut adanya penawaran tanpa uang muka, bunga 2,75%, serta tenor hingga 40 tahun. Selain itu, ia mencatat fasilitas pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Beragam penawaran tersebut perlu dicermati sesuai ketentuan masing-masing program. Catatan Dirgayuza tidak merinci apakah seluruh fasilitas berlaku bersamaan pada satu produk hunian maupun persyaratan untuk memperolehnya. Calon pembeli perlu memastikan besaran cicilan, masa berlaku bunga, tenor, biaya tambahan, serta kelayakan penerima fasilitas kepada pengembang dan bank penyalur.
Dirgayuza menyebut pameran ini sebagai bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah Presiden Prabowo. Dalam catatannya, program tersebut mencakup pembangunan satu juta rumah baru dan renovasi dua juta rumah tidak layak huni. Ia juga menyoroti perluasan akses pembiayaan melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga
Akses terhadap pembiayaan menjadi perhatian penting karena keterjangkauan hunian tidak hanya ditentukan oleh harga jual. Besarnya uang muka, cicilan bulanan, dan jangka waktu pembayaran turut menentukan kemampuan sebuah keluarga untuk membeli rumah sekaligus menjaga kebutuhan hidup lainnya.
Danantara Housing Expo berlangsung hingga Minggu (30/8/2026). Dirgayuza mengajak masyarakat yang sedang mencari hunian untuk mengunjungi pameran tersebut dan mempelajari pilihan yang tersedia. “Wajib dikunjungi untuk semua yang ingin tahu dan memanfaatkan transformasi kepemilikan rumah,” tulis Dirgayuza.
Bagi keluarga yang selama ini menunda membeli rumah karena keterbatasan biaya, pilihan cicilan yang lebih terjangkau dapat menjadi pintu awal. Langkah berikutnya adalah memastikan bahwa rumah yang dipilih layak dihuni dan skema pembiayaannya sesuai dengan kemampuan keluarga dalam jangka panjang.
