Qodari: Pers dan Media Sosial Itu Kawan, Konten DFK Pasti Lawan!
JAKARTA, Investortrust.id - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari menyatan insan pers dan media sosial merupakan mitra penting pemerintah dalam menghadapi disinformasi, fitnah, dan kabar bohong (DFK). Menurutnya, pemerintah perlu membangun mekanisme yang lebih sistematis untuk menekan penyebaran konten DFK.
Qodari mengatakan, Bakom saat ini melakukan klarifikasi ketika menemukan informasi yang masuk kategori DFK. Sementara penanganan teknis dengan platform digital berada di kewenangan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).
“Kita memberikan penjelasan kalau memang ada yang DFK, kita jelaskan, kita klarifikasi. Kalau urusan teknisnya dengan platform, wilayahnya ada di Kominfo, bukan di Bakom,” ujar Qodari di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Baca Juga
Menurutnya, salah satu cara menekan hoaks adalah mengurangi penggunaan akun anonim di media sosial. Ia menilai akun media sosial idealnya memiliki dasar identitas tertentu, seperti nomor telepon seluler atau kartu tanda penduduk (KTP).
“Jadi cara menurunkan hoaks itu adalah dengan mengurangi akun anonim. Agar tidak anonim, maka sebetulnya akun media sosial itu sebaiknya ada alasnya, misalnya nomor HP gitu ya, atau KTP,” katanya.
Ia pun meyakini pengurangan akun anonim dapat membantu menekan jumlah hoaks di ruang digital. Namun, mekanisme penerapannya masih dikaji lebih lanjut.
“Jadi intinya sih, saya percaya bahwa kalau anonimitas itu kita buat tidak anonim, ya, maka kemudian hoaks itu akan berkurang. Tapi bagaimana mekanismenya nanti kita pikirkan dan pertimbangkan,” ujar Qodari.
Baca Juga
BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores, Imbau Waspada Bangunan Rusak dan Hoaks
Lebih lanjut, Qodari juga menegaskan DFK merupakan musuh bersama. Sebaliknya, pers dan media sosial dinilai tetap memiliki peran sebagai mitra dalam membangun ruang informasi publik.
“Intinya sih DFK adalah musuh kita bersama. Pers itu kawan, media sosial itu kawan, tapi DFK pasti lawan, pasti musuh,” tegasnya.
