BW Keberatan Eddy Hiariej Jadi Ahli di Sidang Sengketa Pilpres, Kenapa?
JAKARTA, investortrust.id - Anggota tim hukum Timnas Anies-Cak Imin, Bambang Widjojanto (BW) keberatan dengan kehadiran mantan Wakil Menkumham Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Kamis (4/4/2024). Eddy Hiariej diketahui dihadirkan oleh pihak terkait, yakni Tim Pembela Prabowo-Gibran sebagai ahli dalam persidangan hari ini.
BW mengaku keberatan dengan kehadiran Eddy Hiariej karena disebut kembali menjadi tersangka KPK.
“Saya mendapatkan informasi, ini terhadap sahabat saya, Sobat Eddy, bahwa KPK menerbitkan surat penyidikan baru terhadap Eddy,” kata BW.
Baca Juga
Kubu Prabowo-Gibran Hadirkan 14 Saksi dan Ahli di Sidang MK, Ada Eks Wamenkumham
Ketua MK Suhartoyo pun mempertanyakan relevansi kabar tersebut dengan kehadiran Eddy sebagai ahli. Hal ini mengingat Eddy dihadirkan sebagai ahli dalam persidangan hari ini karena merupakan seorang guru besar hukum pidana Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Apa relevansinya?” tanya Suhartoyo.
“Relevansinya adalah seseorang yang menjadi tersangka, apalagi dalam kasus tindak pidana korupsi, untuk menghormati Mahkamah ini, sebaiknya dibebaskan sebagai ahli,” jawab BW.
Suhartoyo pun kembali bertanya apakah penerbitan surat penyidikan tersebut baru atau tidak. Namun, Bambang tidak bisa memberikan jawaban secara jelas dan hanya menegaskan keberatannya.
“Saya ingin mengajukan ini jadi sebuah pertimbangan,” kata BW yang merupakan mantan pimpinan KPK.
“Iya, nanti majelis hakim pertimbangkan,” kata Suhartoyo.
Baca Juga
Sebut Sirekap KPU Tak Penting Dibahas, Hotman Paris Ditegur Hakim MK
Sebelum BW menyampaikan keberatan, anggota tim hukum Anies-Cak Imin lainnya, Refly Harun juga mengajukan catatan kepada majelis hakim terkait kehadiran pakar hukum tata negara Margarito Kamis dan pendiri Cyrus Network Hasan Hasbi sebagai ahli. Refly Harun menyebut dua ahli itu merupakan pendukung Prabowo-Gibran.
“Kami juga menyampaikan catatan terhadap dua orang sekaligus, kepada Margarito dan Hasan Hasbi karena yang saya tahu, beliau sering tampil di TV mewakili paslon 02. Bahkan, pada acara terakhir saya dengan Margarito Kamis, ia mengatakan bagian dari pendukung Prabowo, jadi kami mengajukan independensinya,” kata Refly.
“Iya, dicatat,” jawab Ketua MK Suhartoyo.

