Bukan Cuma APBN, Begini Jurus Maruarar Kejar Kebutuhan Rumah Rakyat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan, pemenuhan kebutuhan rumah rakyat tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Maruarar, pemerintah juga mengandalkan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan rumah masyarakat, baik untuk membangun rumah baru maupun merenovasi rumah tidak layak huni (RTLH).
"Harapannya tadi memenuhi kebutuhan rakyat, baik rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni, yang belum punya rumah jadi punya rumah," kata Ara, sapaan akrab Maruarar, kepada wartawan di Wisma Mandiri 2, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Baca Juga
Menteri PKP Apresiasi BTN (BBTN) sebagai Pemimpin Pembiayaan Rumah Subsidi
Ia juga menyampaikan, Kementerian PKP mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), hingga pihak swasta.
Dukungan BI, kata Ara, salah satunya melalui kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) yang mendukung sektor perumahan. Sementara itu, dukungan OJK diberikan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
"Karena memang kementerian kami itu banyak sekali mendapatkan dukungan, dari BI ada GWM BI, perumahan rumah subsidi, kemudian juga CSR," jelas dia.
Baca Juga
Anggaran Kementerian PKP 2026 Bertambah Jadi Rp 12,53 Triliun, Realisasi Baru 31,7%
Maruarar menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk gotong royong dalam membangun dan merenovasi rumah rakyat. Dikatakan, pembangunan rumah selama ini dilakukan melalui berbagai sumber pembiayaan, mulai dari APBN, rumah subsidi, hingga gotong royong.
"Banyak rumah yang dibangun dengan menggunakan APBN, menggunakan rumah subsidi, tapi juga banyak yang direnovasi dan dibangun dengan menggunakan gotong royong," ungkap dia.
Menurut Ara, pemerintah akan terus meningkatkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan perumahan masyarakat. "Mudah-mudahan menambah banyak gotong royongnya ke depan, sehingga rakyat makin bisa merdeka dari yang tadi yang tidak layak huni, dan merdeka dari yang belum punya rumah," tutur dia.

