Bos Telkom Ingatkan Digitalisasi Jadi Kebutuhan Mendesak, Bukan Cuma Tren
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menegaskan bahwa digitalisasi tidak lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak bagi dunia usaha dan pemerintahan. Ia menyebut, percepatan transformasi digital akan menentukan daya saing ekonomi Indonesia di tengah kompetisi global.
“Digitalisasi bukan hanya tren, tapi kebutuhan mendesak. Potensi peningkatan produktivitas bisa lebih dari 30 persen, bahkan hingga 50 persen di beberapa sektor,” ujar Dian dalam acara Telkomsel Solution Day 2025 di Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, penerapan teknologi digital membawa dampak signifikan lintas industri. Di sektor pertambangan, minyak, dan gas, misalnya, efisiensi bisa meningkat 20%, sedangkan di logistik hingga 15%.
Pemerintahan daerah pun dapat merasakan manfaat nyata digitalisasi. “Keterlibatan masyarakat bisa naik 15%, sementara kualitas layanan publik dapat meningkat sekitar 10 %,” tambah Dian.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Diprediksi Genjot Pendapatan Semester II Lewat Bisnis B2B dan 'Data Center'
Telkom, kata Dian, saat ini memiliki infrastruktur digital terbesar di Indonesia dengan jaringan kabel serat optik sepanjang 1,07 juta kilometer, termasuk 112 ribu kilometer jaringan domestik. Perusahaan juga mengoperasikan lebih dari 43 ribu data sektor yang mendukung layanan nasional maupun internasional.
“Infrastruktur ini adalah modal utama bagi digitalisasi di Indonesia. Kami siap menjadi mitra strategis bagi berbagai sektor untuk mempercepat transformasi digital,” jelas Dian.
Selain itu, perusahaan pelat merah itu memperkuat kapabilitasnya melalui kemitraan global dengan sejumlah raksasa teknologi seperti Huawei, Google, Microsoft, AWS, Cisco, hingga IBM. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar solusi digital yang ditawarkan tetap andal, aman, dan sesuai kebutuhan industri.
Dian menegaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar digitalisasi memberikan dampak nyata. “Kami tidak hanya menyediakan teknologi, tapi juga membangun ekosistem inklusif agar seluruh pelaku usaha, dari korporasi besar hingga UMKM, bisa merasakan manfaat digitalisasi,” katanya.
Dengan strategi tersebut, Telkom optimistis mampu memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital global. “Tujuan akhirnya adalah menjadikan ekonomi Indonesia lebih tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi perubahan,” tutup Dian.

