Ketua MPR Ajak Politik Lebih Beradab: Keras dalam Gagasan, Santun dalam Penyampaian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak seluruh elemen bangsa membangun budaya politik yang lebih beradab di tengah semakin luasnya ruang demokrasi, terutama melalui perkembangan teknologi digital.
Muzani mengatakan, Indonesia telah memilih demokrasi sebagai jalan dalam mengelola aspirasi dan perbedaan pandangan. Karena itu, perbedaan pendapat seharusnya disampaikan dengan cara yang baik dan tetap menjunjung etika.
“Kita telah memilih jalan demokrasi dalam mengelola aspirasi dan pandangan yang berbeda. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi perbedaan itu hendaknya disampaikan dengan budi dan bahasa yang baik,” ujar Muzani dalam Sidang MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga
Ketua MPR RI: Generasi Muda Harus Jadi Penggerak Perubahan, Bukan Penonton Pasif
Menurut dia, kualitas demokrasi tidak ditentukan oleh seberapa keras seseorang menyampaikan kritik atau mencela pihak lain. Demokrasi justru akan semakin kuat apabila kebebasan berbicara dibarengi dengan tanggung jawab.
Muzani menilai perkembangan teknologi digital telah memperluas ruang demokrasi di Indonesia. Masyarakat kini memiliki akses yang semakin besar untuk menyampaikan pendapat, mendapatkan informasi, hingga terlibat dalam berbagai perdebatan publik.
Kendati demikian, di balik manfaat tersebut, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan baru. Menurutnya, ruang digital dapat menjadi sarana penyebaran kebencian, fitnah, manipulasi informasi, dan kabar bohong dengan kecepatan yang sangat tinggi.
“Kita tidak boleh membiarkan ruang publik dipenuhi bahasa yang merendahkan martabat manusia. Kita tidak selayaknya membiarkan perbedaan politik merusak persahabatan, memecah keluarga, atau menanamkan kebencian di antara sesama anak bangsa,” tegas Muzani.
Baca Juga
Sidang Kabinet Jadi Ajang Prabowo Evaluasi Anak Buah Jelang 2 Tahun Pemerintahan
Lebih lanjut, Muzani mengajak seluruh pihak membangun budaya politik yang lebih dewasa dan beradab. Menurut dia, perbedaan pendapat tetap diperlukan dalam demokrasi, tetapi harus disertai sikap saling menghormati.
“Karena itu, marilah kita membangun budaya politik yang lebih beradab, yang berciri: keras dalam gagasan, tapi santun dalam penyampaian. Teguh dalam pendirian, tapi terbuka terhadap musyawarah. Berani mengkritik, tapi tidak kehilangan penghormatan kepada sesama,” sebut Muzani.

