Bos BAKTI Beri Penjelasan Mengapa Layanan Mulai Exit dari Ratusan Wilayah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) mulai menarik diri atau exit dari sejumlah wilayah setelah operator seluler komersial mampu menyediakan layanan telekomunikasi. Langkah ini pun disebut menjadi bagian dari strategi mengoptimalkan infrastruktur publik di daerah 3T.
Direktur Utama BAKTI Kemenkomdigi, Fadhilah Mathar mengatakan, sudah ada beberapa ratus wilayah yang masuk dalam skema exit. BAKTI sendiri akan meninggalkan suatu wilayah ketika operator komersial sudah mampu mengambil alih layanan.
“BAKTI ini kan perintis. Tapi kalau sudah masuk masyarakat, masyarakat datang, kemudian komersial datang, kami harus exit,” jelas wanita yang akrab disapa Indah itu di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Indah menampik bahwa exit sekedar penghentian layanan karena alasan efisiensi anggaran. Salah satu pertimbangannya adalah sudah tersedianya jaringan operator seluler sehingga investasi pemerintah tidak lagi diperlukan.
BAKTI juga mengevaluasi penggunaan teknologi berdasarkan tingkat trafik. Jika trafik terlalu rendah, kapasitas BTS dapat dialihkan atau teknologinya diganti dengan solusi yang lebih sesuai seperti hotspot.
Baca Juga
Anggaran BAKTI Rp 7,8 Triliun Terus Turun, 'Tongkat Estafet' Dialihkan ke Swasta
Indah mencontohkan, terdapat lokasi yang sudah mendapatkan kapasitas hingga 8 Mbps, tetapi trafiknya hanya sekitar 30%. Dalam kondisi tersebut, sumber daya jaringan dapat dialihkan ke wilayah lain yang memiliki kebutuhan lebih tinggi.
“Daripada trafiknya sangat rendah, lebih baik kita alihkan kepada yang lebih membutuhkan dan memang trafiknya lebih tinggi,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah menilai kehadiran BAKTI tetap penting untuk wilayah yang sulit dijangkau operator komersial. Infrastruktur tersebut membantu sekolah, puskesmas, kantor pemerintahan, hingga masyarakat dalam mengakses layanan digital.
Indah pun menegaskan proses exit tetap harus mempertimbangkan kondisi lapangan. "BAKTI akan mengecek kembali wilayah yang dilaporkan kehilangan sinyal setelah layanan pemerintah dihentikan agar tidak terjadi kesenjangan coverage," imbuhnya.

