Polisi Beberkan Titik Penggeledahan Kasus Korupsi PLN dan Asabri, Meluas dari Jakarta hingga Bogor
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Pihak kepolisian bergerak secara masif dan dinamis dalam mengusut tuntas tiga perkara besar nasional yang telah resmi naik ke tahap penyidikan. Kasus-kasus tersebut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara yang memicu pemadaman listrik total (blackout) oleh PT PLN (Persero), dugaan korupsi PT Asabri (Persero), serta dugaan pencucian uang di PT Krakatau Steel. Fokus penanganan kini tertuju pada rangkaian penggeledahan yang dilakukan oleh tim gabungan Polri dan Polda Metro Jaya untuk memburu aset dan alat bukti di berbagai wilayah strategis.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto saat ditanya berapa titik lokasi yang sedang dan akan digeledah oleh pihak kepolisian terkait penyidikan tiga perkara besar tersebut memberikan rincian wilayah operasi yang tengah berlangsung. Ia memaparkan bahwa pergerakan penyidik di lapangan bersifat sangat dinamis demi mengamankan barang bukti.
"Sementara di wilayah Jakarta Selatan ada sekitar empat sampai dengan lima titik, termasuk ini sekarang ada juga di beberapa titik di Pacific Place, termasuk ada di daerah Kuningan, Sudirman, ini menuju juga wilayah Bogor," ujar Budi Hermanto pada awak media di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).
Budi menambahkan bahwa sebaran titik operasi ini mencakup beberapa rumah serta kantor milik pihak-pihak terkait, yang nantinya data valid mengenai detail lokasi tersebut akan disampaikan secara resmi setelah seluruh rangkaian selesai. Selain lima titik yang sudah dipetakan sebelumnya di wilayah hukum DKI Jakarta, penyidik juga terus mengembangkan pencarian alat bukti baru hingga merambah ke wilayah hukum Jawa Barat.
Salah satu capaian terkini dari rangkaian operasi ini adalah penggeledahan sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, tim penyidik berhasil membongkar sebuah tempat penyimpanan rahasia berupa brankas yang sengaja disamarkan di lantai dua bangunan. Keberadaan brankas tersebut dibuat terselubung di balik sebuah lemari untuk mengelabui petugas.
"Memang itu terselubung di balik satu lemari, ada suatu brankas dan ini sudah dibuka. Ternyata memang ada beberapa dokumen dan penyimpanan uang dalam jumlah yang cukup besar, fantastis, dan ini dalam mata uang Singapore Dollar dan US Dollar," kata Budi.
Hingga saat ini, dokumen-dokumen yang disita dari kafe tersebut masih berada dalam proses kajian serta penelaahan mendalam oleh tim ahli. Sementara itu, tumpukan uang tunai dalam pecahan Dolar AS dan Dolar Singapura tersebut juga masih dalam proses penghitungan riil oleh petugas di lapangan. Pihak kepolisian berjanji akan segera membagikan pembaruan data numerik setelah proses penghitungan dan penggeledahan selesai sepenuhnya.
Disinggung mengenai alasan penggeledahan yang menyasar fasilitas publik seperti kafe serta dugaan adanya kantor penukaran uang (money changer), Budi mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa tempat-tempat tersebut dijadikan kedok untuk menyamarkan dana ilegal. Lokasi non-perusahaan ini dicurigai menjadi instrumen utama dalam memutihkan kekayaan hasil tindak pidana korupsi.
Baca Juga
Polisi Sita Uang Asing dengan Jumlah Fantastis Terkait Kasus Korupsi PLN dan Asabri
"Patut diduga, dugaan itu sebagai tempat yang digunakan untuk pencucian uang, makanya tentang money laundering-nya di situ. Makanya, tapi itu baru dugaan, kita tetap mengacu kepada asas praduga tak bersalah," tutur Budi.
Sementara soal penemuan barang bukti lain di dalam sebuah koper yang sempat dipertanyakan oleh awak media, serta kemungkinan adanya rumah pejabat negara yang turut digeledah dalam pusaran kasus ini, Kabid Humas menegaskan informasi itu akan disampaikan dan diperbarui secara valid dalam kesempatan berikutnya.
Ia mengingatkan bahwa seluruh subjek hukum memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, sehingga penyidikan akan berjalan profesional tanpa pandang bulu.
Aparat penegak hukum juga memastikan bahwa seluruh proses pembersihan di lapangan telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat. Pelaksanaan penggeledahan di setiap titik selalu dihadiri dan disaksikan langsung oleh saksi-saksi lingkungan setempat demi menjamin aspek legalitas.
Untuk menjaga keabsahan serta keotentikan seluruh barang bukti yang telah disita, semua properti tersebut akan langsung diamankan di Polda Metro Jaya atau Korps Lalu Lintas (Korlantas) Tipikor. Informasi resmi mengenai jumlah saksi dari masing-masing kasus yang telah diperiksa sejauh ini juga akan segera dirilis setelah data rampung diintegrasikan oleh tim penyidik bersama.
Sebagaimana diberitakan, Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Mabes Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah kafe dan money changer di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). Penggeledahan ini terkait penyidikan tiga kasus dugaan korupsi, yakni kasus dugaan pasokan batu bara, kasus korupsi Asabri dan Jiwasraya, serta kasus korupsi PT Krakatau Steel. Penggeledahan ini juga terkait kasus dugaan pencucian uang dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.
"Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi, meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang, di Cafe De'Clan dan Koin Money Changer," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dikutip dari Antara.
Baca Juga
Polisi Geledah Kafe dan Money Changer Terkait Kasus Korupsi Batu Bara
Budi mengatakan Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU) hingga suap. Penyidikan ini, kata Budi, menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto terhadap dugaan kasus korupsi, sehingga turut menjadi perhatian kepolisian untuk melakukan pengungkapan dan penyidikan.
Selain Cafe De'Klan dan Koin Money Changer, terdapat sejumlah lokasi lainnya yang turut digeledah Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya. Secara total terdapat delapan lokasi yang digeledah.
"Ada tiga objek terkait tentang blackout (pemadaman lampu) PLN Batu Bara, tentang dugaan di Asabri, serta Krakatau Steel. Sehingga dari proses penyelidikan dan penyidikan menuju kepada delapan titik yang tadi disampaikan, beberapa yang dilaksanakan tempat penggeledahan," kata Budi.
