Bakal Rampung 2028, Proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas Sepenuhnya Didanai MRT Jakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kawasan integrasi transportasi Dukuh Atas bersiap memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mencanangkan pembangunan pedestrian deck (dek pejalan kaki) Dukuh Atas. Infrastruktur konektivitas ini dirancang untuk memperkuat integrasi antarmoda sekaligus mengurai kemacetan yang kerap terjadi di salah satu titik tersibuk ibu kota tersebut.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca Juga
Jembatan Cincin Donat Dukuh Atas Mulai Dibangun Juni 2026, Ditargetkan Rampung 2028
"Pendanaan dari pembangunan proyek ini sepenuhnya oleh MRT Jakarta," ujar Tuhiyat saat ditemui usai acara Pencanangan Pembangunan Pedesterian Deck Dukuh Atas di Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Ia membocorkan bahwa skema pendanaan ke depan akan melibatkan hak penamaan (naming rights) dari pihak mitra yang saat ini sudah bersiap bekerja sama.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan target ambisius untuk penyelesaian proyek ini. Dek pejalan kaki tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2028. "Oh, sudah ditawar 2028. Tapi intinya bahwa mudah-mudahan nanti udah kelihatan banget lah," ungkap Pramono.
Pembangunan pedestrian deck ini memegang peran krusial dalam menyatukan konektivitas transportasi publik di Jakarta. Pramono Anung memaparkan bahwa kawasan Dukuh Atas nantinya akan menjadi titik temu bagi 6 moda transportasi sekaligus, yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta (rute Velodrome - Manggarai) senilai Rp 12,5 triliun dengan 11 stasiun yang ditargetkan diresmikan Agustus ini, dan akan disambung ke Dukuh Atas. Kemudian, LRT Jabodebek (pemerintah pusat), Kereta Bandara, Transjakarta, dan KCI (Commuter Line).
"Kalau memang semuanya nanti sudah terkoneksi dengan baik, Jakarta saya yakin akan menjadi lebih nyaman dan lebih aman," tambah Pramono.
Solusi Ampuh Urai Kemacetan Jalan Raya
Menjawab kekhawatiran publik mengenai potensi kepadatan lalu lintas selama dan setelah pembangunan, Pramono optimistis bahwa kehadiran dek pejalan kaki ini justru akan menjadi solusi jitu mengurai kemacetan, bukan menambahnya.
Baca Juga
Perkuat Integrasi 6 Moda Transportasi, Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas Resmi Dimulai
Selama ini, kemacetan di Dukuh Atas sering dipicu banyaknya aktivitas masyarakat yang turun di tepi jalan untuk berpindah moda, terutama pada jam sibuk sore hari atau saat cuaca hujan.
"Kalau (pedestrian deck) ini sudah ada, orang tidak lagi turun ke bawah. Pasti orang akan menggunakan jalan yang ada di atas karena itulah yang mau ke MRT, Kereta Bandara, LRT, semuanya ada di atas. Sehingga dengan demikian, saya yakin pasti akan mengurangi kemacetan di tempat ini," pungkasnya.
