Lelang 'Pedestrian Deck' Dukuh Atas Dibidik Rampung November, Intip Sederet Tantangannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan proses lelang (tender) kontraktor pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas rampung pada November 2026. Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp 355 miliar tersebut ditargetkan selesai dibangun pada akhir 2028.
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan menyatakan, desain dasar (basic design) proyek telah selesai dan saat ini memasuki tahap tender kontraktor.
Baca Juga
"Saat ini itu basic design sudah selesai. Sekarang kita lagi tender kontraktor. Nah jadi lagi tender kontraktor dengan harapan mudah-mudahan di November bisa on board kontraktornya," kata Agus dalam sesi MRTJ Fellowship Program 2026 di Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Dikatakan, pembangunan pedestrian deck menghadapi dua tantangan utama, yakni aspek teknis dan administratif. Dari sisi teknis, lokasi pembangunan berada di kawasan padat dengan ruang kerja yang terbatas.
Menurut Agus, pembangunan kolom juga harus dilakukan di antara terowongan MRT. Selain itu, bentang struktur mencapai 66 meter di atas sungai dan bentang 66 meter lainnya berada di atas Jalan Sudirman layang sehingga menyulitkan proses konstruksi. "Jadi, enggak ada tempat yang gampang buat dikerjain ini. Ya susah memang, jadi challenge-nya itu," ujarnya.
Ia menjelaskan, di sisi selatan (kawasan Landmark Tower) terdapat rumah pompa yang harus tetap beroperasi selama proses pembangunan berlangsung. Operasional rumah pompa tersebut tidak dapat dihentikan karena berfungsi mencegah genangan di kawasan underpass.
Selain tantangan teknis, Agus menyebut proses perizinan juga menjadi pekerjaan besar karena proyek melibatkan banyak pemangku kepentingan. Hal itu lantaran tidak seluruh lahan yang dilintasi merupakan aset Pemerintah Provinsi (Pemprov)DKI Jakarta.
Menurut Agus, proyek harus melintasi jalur milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sungai yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Ditjen Sumber Daya Air, serta area milik PT KAI dan Railink. Di tingkat daerah, proyek juga melibatkan Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.
"Jadi memang cukup banyak stakeholders-nya, dan di area yang cukup padat dan sensitif. Jadi itu tantangan yang kita hadapi ya, selain teknis adalah banyaknya stakeholders yang harus di-manage," terangnya.
Terkait nilai investasi, Agus mengatakan proyek tersebut masih dalam proses tender. Namun, nilainya diperkirakan berada di kisaran Rp 300 miliar.
Kawasan integrasi transportasi Dukuh Atas bersiap memasuki babak baru. Pemprov DKI Jakarta resmi mencanangkan pembangunan pedestrian deck (dek pejalan kaki) Dukuh Atas. Infrastruktur konektivitas ini dirancang untuk memperkuat integrasi antarmoda sekaligus mengurai kemacetan yang kerap terjadi di salah satu titik tersibuk ibu kota tersebut.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat, menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). "Pendanaan dari pembangunan proyek ini sepenuhnya oleh MRT Jakarta," kata Tuhiyat saat ditemui usai acara Pencanangan Pembangunan Pedesterian Deck Dukuh Atas di Jakarta, Minggu (21/6/2026) lalu.
Baca Juga
HUT Jakarta ke-499, Pemprov DKI dan MRT Jakarta Hadirkan Tarif Rp 1
Ia membocorkan bahwa skema pendanaan ke depan akan melibatkan hak penamaan (naming rights) dari pihak mitra yang saat ini sudah bersiap bekerja sama.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menetapkan target ambisius untuk penyelesaian proyek ini. Dek pejalan kaki tersebut ditargetkan rampung pada 2028. "Oh, sudah ditawar 2028. Tapi intinya bahwa mudah-mudahan nanti udah kelihatan banget lah," ungkap Pramono.
Pembangunan pedestrian deck ini memegang peran krusial dalam menyatukan konektivitas transportasi publik di Jakarta.
Pramono Anung memaparkan bahwa kawasan Dukuh Atas nantinya akan menjadi titik temu bagi 6 moda transportasi sekaligus, yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta (rute Velodrome - Manggarai) senilai Rp 355 miliar dengan 11 stasiun yang ditargetkan diresmikan Agustus ini, dan akan disambung ke Dukuh Atas. Kemudian, LRT Jabodebek (pemerintah pusat), Kereta Bandara, Transjakarta, dan KCI (commuter line).
