Intip 'Grand Design' Pedestrian 'Deck' Dukuh Atas yang Hubungkan 6 Moda Transportasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT MRT Jakarta (Perseroda) menyiapkan pedestrian deck Dukuh Atas sebagai penghubung kawasan integrasi transportasi yang dirancang terkoneksi dengan enam moda transportasi publik di ibu kota. Infrastruktur tersebut disiapkan agar dapat terhubung dengan MRT Jakarta, commuter line, kereta bandara, Transjakarta, LRT Jabodebek, hingga LRT Jakarta rute Manggarai-Dukuh Atas.
Advisor Program Management Office Division MRT Jakarta, Agus Trihan menyatakan, pedestrian deck dibangun sebagai penghubung kawasan sekaligus disiapkan agar dapat dikoneksikan dengan moda transportasi lain di sekitarnya.
Baca Juga
Ditarget Rampung Juni 2027, Progres 'Extended Concourse' MRT Bundaran HI Capai 22%
"Yang kita bangun ini adalah menghubungkan kawasan. Deck yang kita buat ini ready untuk dikoneksikan ke masing-masing transportasi," kata Agus dalam MRTJ Fellowship Program 2026 di Transport Hub Dukuh Atas, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
Menurut Agus, desain pedestrian deck telah disiapkan agar dapat terhubung dengan Stasiun Sudirman apabila revitalisasi stasiun tersebut dilakukan oleh PT KAI. Namun, katanya, pembangunan koneksi langsung ke aset KAI belum dilakukan karena mempertimbangkan keterbatasan anggaran serta aspek kepemilikan aset.
"Deck ini adalah sebuah katalis. Justru ini mendorong seluruh transportasi publik di sekitar sini untuk connect ke sini biar semuanya makin lebih seamless," ujar Agus.
Selain itu, lanjutnya, MRT Jakarta juga telah berdiskusi dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dan PT LRT Jakarta agar stasiun LRT Jakarta Fase 1C Manggarai-Dukuh Atas yang direncanakan berada di kawasan Landmark Tower dapat dihubungkan langsung dengan pedestrian deck melalui area concourse.
Agus menuturkan, keberadaan pedestrian deck akan mempermudah perpindahan penumpang menuju berbagai tujuan di empat kuadran kawasan Dukuh Atas tanpa harus memutar melalui jalur di permukaan.
Secara desain, pedestrian deck direncanakan memiliki diameter sekitar 100 meter dengan posisi lantai sekitar delapan meter di atas Jalan Jenderal Sudirman. Infrastruktur tersebut akan dilengkapi tiga akses eskalator dan tiga elevator.
MRT Jakarta juga menyiapkan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas. Akses menuju deck akan dilengkapi elevator, ramp, eskalator, serta jalur pemandu atau tactilepaving di sepanjang area pedestrian.
"Untuk yang berkebutuhan khusus memang ada elevator, lalu kita juga membuat ramp dan eskalator. Untuk kursi roda juga elevator, dan di deck-nya juga akan ada tactile-tactile pemandu untuk kaum difabel," terang Agus.
Dari sisi kapasitas, pedestrian deck dirancang mampu menahan beban hingga 500 kilogram per meter persegi. Agus menambahkan, pada area yang lebih luas nantinya juga direncanakan dibangun galeri sejarah yang menyajikan informasi mengenai Jenderal Sudirman hingga pembangunan Patung Jenderal Sudirman.
Berdasarkan data Jakarta Investment Centre, pedestrian deck Dukuh Atas dirancang memiliki luas lantai sekitar 11.769 meter persegi dengan bentuk melingkar berdiameter sekitar 118 meter. Lebar deck mencapai sekitar 12 meter yang terdiri atas tujuh meter jalur pejalan kaki dan lima meter area ritel.
Baca Juga
Sebelumnya, MRT Jakarta menargetkan proses tender kontraktor pembangunan pedestrian deck rampung pada November 2026. Proyek senilai sekitar Rp 355 miliar tersebut ditargetkan selesai dibangun pada akhir 2028.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sebelumnya menyatakan, pedestrian deck Dukuh Atas akan menjadi simpul integrasi enam moda transportasi, yakni MRT Jakarta, LRT Jakarta, LRT Jabodebek, Kereta Bandara, Transjakarta, dan Commuter Line.
Sementara itu, Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat memastikan pendanaan proyek tersebut sepenuhnya berasal dari MRT Jakarta dan tidak membebani APBD DKI Jakarta.
