Kemenhaj Fokus Siapkan Layanan Puncak Haji di Armuzna
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) fokus mempersiapkan layanan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Hal ini seiring dengan kedatangan para jemaah haji Indonesia yang telah berjalan lancar.
Juru bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan seluruh unsur pelayanan kini bergerak memastikan kesiapan teknis, operasional, dan perlindungan jemaah menjelang fase paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Alhamdulillah, fase keberangkatan jemaah haji Indonesia telah selesai dan terlaksana dengan baik. Saat ini, Kemenhaj bersama seluruh instansi terkait mengalihkan fokus penuh pada persiapan puncak haji di Armuzna. Seluruh layanan diarahkan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib, aman, dan terlindungi,” kata Maria di Jakarta dalam keterangannya dikutip Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga
Maria menegaskan, seluruh petugas haji Indonesia telah disiapkan untuk membersamai jemaah menuju puncak haji. Para petugas, katanya, akan terus bekerja dengan respons cepat, penuh tanggung jawab, serta mengedepankan simpati dan empati dalam setiap layanan kepada jemaah.
“Petugas haji kita luar biasa bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka tidak hanya menjalankan fungsi layanan, tetapi juga hadir sebagai pendamping, pelindung, dan bagian dari keluarga besar jemaah di Tanah Suci. Prinsipnya, setiap kebutuhan jemaah harus direspons cepat dan ditangani dengan penuh simpati dan empati” katanya.
Salah satu fokus utama persiapan Armuzna adalah memastikan kesiapan tenda jemaah di Arafah dan Mina. Kemenhaj bersama para pihak terkait telah melakukan penandaan tenda berdasarkan kloter hingga berbasis nama jemaah di tiap tenda. Termasuk menertibkan seluruh atribut ilegal yang dipasang oleh KBIHU dan berpotensi mengganggu layanan armuzna bagi jemaah. Langkah ini dilakukan agar distribusi jemaah berjalan lebih tertib, terarah, dan seluruh jemaah mendapatkan hak layanan sesuai penempatan.
“Penandaan tenda ini menjadi bagian penting dari ikhtiar kami memperkuat ketertiban layanan. Dengan penandaan berbasis kloter hingga nama jemaah, diharapkan pergerakan dan penempatan jemaah lebih mudah dikendalikan, serta tidak ada jemaah yang kehilangan haknya atas tempat yang telah disiapkan. Karena itu, kami tegaskan kepada seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan atribut, spanduk, atau penanda dalam bentuk apa pun di tenda jemaah, baik di Arafah maupun Mina. Kami tak segan mencabut izin KBIHU yang tak patuh,” jelas Maria.
Selain kesiapan tenda, seluruh skenario pergerakan jemaah juga telah disusun secara ketat. Skema tersebut mencakup keberangkatan jemaah dari hotel menuju Arafah pada 8 Dzulhijjah, pergerakan lanjutan menuju Muzdalifah, hingga proses masuk dan penempatan jemaah di Mina. Menurut Maria, pengaturan pergerakan jemaah menjadi perhatian serius karena fase Armuzna melibatkan mobilitas jemaah dalam jumlah besar, waktu yang terbatas, serta kondisi lapangan yang dinamis. Untuk itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana.
Baca Juga
BNI Hadirkan Fitur Life Goals di wondr, Bantu Nasabah Siapkan Dana Haji Lebih Terarah
“Armuzna adalah fase puncak yang membutuhkan kesiapan total. Karena itu, seluruh skenario pergerakan jemaah telah disiapkan secara terperinci dan ketat, mulai dari hotel menuju Arafah, kemudian ke Muzdalifah dan Mina. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan tertib, aman, dan tetap mengutamakan keselamatan jemaah,” tegasnya.
Maria juga mengimbau jemaah untuk mengikuti seluruh arahan petugas, menjaga kondisi kesehatan, menghemat energi, serta tidak memaksakan aktivitas di luar rangkaian ibadah utama menjelang puncak haji.
“Kami mengajak seluruh jemaah untuk fokus menjaga kesehatan dan mengikuti arahan petugas. Puncak haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental. Pemerintah akan terus hadir membersamai jemaah, tetapi kedisiplinan jemaah juga menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan baik,” katanya.

