Permintaan Global Menanjak, Potensi Cuan Saham Indah Kiat (INKP) bisa Segini
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berada di tengah pemulihan sektor yang kuat hingga memicu peningkatan harga jual pulp & paper dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini menjadikan prospek saham INKP masuk dalam pilihan teratas saat ini.
Tim riset RHB Sekuritas menyebutkan bahwa pengapalan komoditas pulp meningkat sebanyak 5% menjadi 4,8 juta ton paa Agustus 2023, dibandingkan Agustus 2022 sebanyak 4,5 juta ton. Angka tersebut juga menunjukkan pertumbuhan sebanyak 4,8% dari bulan sebelumnya. Peningkatan aktivitas tersebut didukung atas lompatan permintaan dari Cina.
Baca Juga
“Permintaan pulp & paper menunjukkan pemulihan setelah mengalami pelemahan sepanjang semester I-2023. Hal ini mendorong kami menyukai saham INKP dengan target harga Rp 22.975,” tulis riset yang diterbitkan, Selasa (3/10/2023).
Dengan peningkatan tersebut, penurunan total pengapalan pulp & paper sepanjang Januari-Agustus 2023 tersisia 0,4%, dibandingkan periode sampai Juli 2023 dengan penurunan mencapai 1,2%. Sedangkan pengiriman ke Cina menunjukkan lompatan sebanyak 21,7% sepanjang periode tersebut.
Berdasarkan data impor pulp & paper Cina berkontribusi sebanyak 33-36% terhadap total perdagangan global. Sedangkan impor BHK berkontribusi sebanyak 60% terhadap total impor komoditas pulp.
Baca Juga
Transaksi Rampung, Adira Dinamika (ADMF) Pegang 9,83% Saham Home Credit
“Kami memperkirakan peningkatan permintaan pengapalan dari Cina akan berimbas terhadap berlanjutnya pemulihan harga produk BHK,” tulis riset tersebut.
RHB Sekuritas menyebutkan, jumlah hari inventori bleached hardwood kraft (BHK) dan bleached softwood kraft (BSK) turun masing-masing menjadi 46 dan 43 hari. Penurunan dipengaruhi atas peningkatan pengapalan produk ini sepanjang Agustus 2023.
Selain pemulihan permintaan pulp & paper dunia, RHB Sekuritas menyebutkan, Indah Kiat (INKP) bakal diuntungkan atas biaya pengapalan produk dari Indonesia ke Cina lebih rendah, dibandingkan impor dari Amerika Selatan.
Baca Juga
“Kami menilai Indonesia menjadi negara yang paling diuntungkan atas peningkatan permintaan dan harga pulp & paper dari Cina. Negara tersebut cenderung memilih impor dari Indonesia, karena biaya pengapalan lebih murah dan waktu pengapalan lebih cepat dibandingkan impor dari Amerika Selatan,” tulisnya.
Terkait pengapalan pulp & paper, riset itu menyebutkan, diprediksi lanjutkan pertumbuhan sejalan dengan penurunan inventori global bersamaan dengan peningkatan permintaan. Dengan demikian rata-rata harga jual kertas INKP diprediksi meningkat menjadi US$ 575 per ton.
Selain faktor tersebut, RHB Sekuritas menyebutkan bahwa, Indah Kiat (INKP) bakal didukung ekspansi peningkatan kapasiatas industri kertas dengan kapasitas menjadi 3,9 juta ton. Hal ini berpotensi menciptakan margin keuntungan perseroan tetap stabil, meskipun terjadi fluktuasi harga.
Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham INKP dengan target harga Rp 22.975. Dengan harga penutupan INKP Rp 10.875 kemarin, potensi penguatan saham ini masih besar mencapai 110%.

