Rally IHSG Berlanjut ke 7.307, Target 7.400 di Depan Mata?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat penguatan signifikan dalam dua hari terakhir, setelah melonjak 4,42% pada perdagangan Rabu (8/4/2026) dan berlanjut naik 0,39% ke level 7.307,58 pada Kamis (9/4/2026).
Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai penguatan tersebut mencerminkan pembalikan sentimen pasar setelah tekanan sebelumnya.
Sebelumnya, IHSG tertekan sejak 26 Maret 2026 hingga sempat turun ke level 6.971,03 pada Selasa (7/4/2026). Pada periode yang sama, rupiah juga melemah hingga mendekati Rp17.100 per dolar AS, mencerminkan sentimen risk-off akibat eskalasi konflik AS–Iran dan lonjakan harga minyak.
Baca Juga
IHSG Berbalik Menguat ke 7.307, Saham Prajogo Pangestu Jadi Motor Penggerak
Sentimen pasar kemudian berbalik setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan, yang turut mendorong penguatan pasar regional serta meningkatkan aktivitas transaksi di BEI.
Rully menilai penguatan ini masih didorong faktor sentimen jangka pendek, sementara fundamental belum mengalami perubahan signifikan. “Gencatan senjata ini memberikan katalis positif dalam jangka pendek, namun sifatnya masih sementara. Pasar tetap rentan terhadap perubahan sentimen apabila tidak diikuti de-eskalasi yang lebih berkelanjutan,” tulis Rully, Kamis (9/4/2026).
Ia menambahkan, pergerakan rupiah dan potensi arus keluar dana asing masih perlu dicermati di tengah tekanan global dan kondisi fiskal. “Pergerakan rupiah masih berpotensi berada pada kisaran Rp16.900 hingga Rp17.100 per dolar AS, sementara risiko capital outflow tetap terbuka,” imbuhnya.
Baca Juga
Laba Petrosea (PTRO) Meroket di 2025, Strategi Diversifikasi Jadi Kunci
Dari sisi teknikal, IHSG telah menembus resistance sebelumnya di kisaran 7.117–7.222. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Nafan Aji, menilai kondisi ini menjadi sinyal awal perbaikan tren meski masih membutuhkan konfirmasi lanjutan.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas area 7.200, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka. Namun, potensi koreksi jangka pendek tetap perlu diwaspadai setelah penguatan yang signifikan,” ujar Nafan.
Ia menambahkan, level support berada di kisaran 7.117, sementara resistance berikutnya di area 7.400.
Baca Juga
Net Sell Melonjak Rp 1,76 Triliun, Investor Asing justru Lepas Tiga Saham Bank Besar Ini
Di tengah penguatan tersebut, risiko struktural masih membayangi, termasuk defisit APBN yang meningkat menjadi 0,9% terhadap PDB serta ketidakpastian geopolitik global.
Selain itu, review MSCI pada 12 Mei 2026 juga diperkirakan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah aliran dana asing ke pasar domestik.
