Iran Eksekusi 3 Tersangka Mata-Mata Sejak Serangan Israel
TEHERAN, Investortrust.id — Otoritas hukum Iran mengeksekusi seorang pria pada Senin (23/6/25) atas tuduhan menjadi mata-mata untuk Israel. Eksekusi ini merupakan kali ketiga rentetan hukuman mati terhadap individu yang diduga terlibat tindakan mata-mata, sejak Israel memulai serangan udara pada 13 Juni lalu.
Pria yang dieksekusi adalah Mohammad Amin Mahdavi-Shayesteh. Ia dihukum gantung pada waktu subuh setelah divonis bersalah atas tuduhan "kerja sama intelijen dengan Israel," demikian dilaporkan kantor berita Mizan, yang berafiliasi dengan lembaga peradilan Iran.
Pihak berwenang menuduh Mahdavi-Shayesteh memimpin sebuah jaringan siber yang menjalin kerja sama dengan badan intelijen Israel, Mossad, serta terlibat dalam operasi media untuk melawan pemerintah Iran.
Ia disebut telah bertemu dengan agen-agen Israel di negara tetangga saat beroperasi dengan kedok sebagai pemilik perusahaan imigrasi.
Baca Juga
Konflik Iran-Israel Bisa Guncang Pasar Energi Global, Indonesia Kena Dampak Ini
Menurut pernyataan dari lembaga kehakiman, peran Mahdavi-Shayesteh mencakup pengelolaan operasi psikologis dan media terhadap angkatan bersenjata Republik Islam Iran melalui dunia maya.
Eksekusi Mahdavi-Shayesteh dilakukan setelah dua eksekusi terhadap Majid Mosayebi dan Ismail Fakri atas tuduhan serupa.
Meski demikian, otoritas Iran belum memberikan bukti konkret atau menyelenggarakan persidangan terbuka terhadap para terdakwa dalam kasus-kasus yang menyangkut tuduhan spionase ini. Hal ini memicu kritik dari kelompok-kelompok hak asasi manusia dan pengamat internasional, yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas sistem peradilan Iran, khususnya dalam perkara keamanan nasional.

