Ketum Asosiasi Analis Ramal IHSG Akan Rally ke 7.727 dalam 12 Bulan ke Depan
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) David Sutyanto optimistis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat sebesar 6,81% ke level 7.727 dalam tempo 12 bulan ke depan.
Ramalan David mengacu pada data Capital Sensitivity Analysis Index atau CSA Index. “Untuk 12 bulan ke depan, CSA Index Mei 2024 mencatat angka 94,6, di mana hasil ini menunjukkan peningkatan dari level sebelumnya di kisaran 92,1,” ujar David Sutyanto dikutip Antara, Senin, (6/5/2024).
David menjelaskan, pelaku pasar masih meyakini pasar modal Indonesia memiliki potensi besar, seiring dengan peningkatan kinerja emiten-emiten selama kuartal I- 2024.
Baca Juga
Waskita (WSKT) Bidik Penyelesaian 7 Proyek IKN di Semester Ini
Selain itu, seiring dengan sikap The Fed yang masih mempertahankan tingkat suku bunga acuan dan memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi kembali, serta penurunan akan dilakukan apabila target inflasi sudah tercapai.
“Hasil pemilihan umum (Pemilu) yang telah selesai, juga menghilangkan ketidakpastian politik yang mewarnai sepanjang kuartal I-2024,” ujar David.
Namun demikian, dalam jangka pendek, pelaku pasar menargetkan IHSG bergerak negatif melemah 1,85 persen berada di kisaran 7.100 pada Mei 2024, seiring sentimen moneter yang masih ketat dan pelemahan rupiah yang masih berlanjut.
Lebih lanjut dia menjelaskan, CSA Index untuk Mei 2022 adalah sebesar 51,4 atau melemah dari April 2024 yang sebesar 65,8, yang merupakan hasil CSA Index terendah sejak awal tahun 2024.
Baca Juga
Cetak Laba Rp15,98 Triliun I-2024, Mayoritas Analis Rekomendasi Beli Saham BBRI
"Hal ini mengindikasikan optimisme pelaku pasar berada di level terendah dan cenderung kurang optimis terhadap kinerja IHSG pada Mei 2024,” ujar David.
David menjelaskan, pihaknya mencermati sektor-sektor yang akan menjadi penggerak utama IHSG pada Mei 2024, diantaranya sektor energi untuk pertama kalinya menjadi pilihan utama pelaku pasar menggantikan sektor keuangan.
“Ketidakpastian dalam kebijakan moneter dan potensi penguatan harga komoditas energi menjadi pendorong utama kinerja positif sektor ini,” ujar David.
CSA Institute merupakan Lembaga Pelatihan berbasis Kompetensi yang berfokus pada kompetensi analis dan menangungi sertifikasi seperti Certified Securities Analyst (CSA), Certified Technical Analyst (CTA), Certified Fixed Income Analyst (CFIA) dan program lainnya terkait dengan industri jasa keuangan.

