Ketum REI Prediksi dalam 3 Bulan ke Depan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga KPR
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI), Joko Suranto memproyeksikan kenaikan suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) belum akan terjadi dalam kurun waktu satu sampai tiga bulan kedepan.
“Saya sendiri itu memproyeksikan kenaikan suku bunga terhadap KPR itu dalam satu sampai tiga bulan ini belum tentu terjadi. Dan saya harapkan justru memang tidak terjadi,” kata Joko saat dihubungi investortrust.id, Kamis (2/5/2024).
Dengan kebutuhan backlog rumah tapak sebanyak 12,7 juta unit di tahun 2024, Ketua REI itu menyebutkan, suku bunga pinjaman saat ini masih dibawah 10%. “Masih satu digit, sekitar 9% untuk pembelian rumah melalui skema bunga KPR,” ucap Joko.
Baca Juga
Ketum REI Prediksi dalam 3 Bulan ke Depan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga KPR
Joko pun meyakini perbankan, khususnya Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), sangat berhati-hati dalam menaikkan suku bunga tersebut.
“Sehingga, kami meyakini bahwa perbankan sangat berhati-hati dalam menghitung untuk menaikkan suku bunga. Karena kita secara bersama-sama berupaya menjadi faktor untuk menumbuhkan ekonomi yang ada di Indonesia, utamanya dari cost of fund,” ucap dia.
Sebelumnya, Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto turut menanggapi kenaikan BI Rate sebesar 25 bps atau 6,25%. Ia menyampaikan beberapa dampak dari kenaikan tersebut kepada sektor properti seperti kenaikan suku bunga KPR, penurunan aktivitas transaksi oleh investor, peningkatan risiko kredit, stagnasi nilai properti bahkan terkoreksi, serta berkurangnya pasokan properti ke depan.
“Kenaikan suku bunga acuan BI ini secara historical memang selalu diikuti dengan kenaikan suku bunga kredit, termasuk KPR. Bisa jadi nanti kenaikan BI rate akan berdampak pada suku bunga tetap (fixed rate) dan suku bunga mengambang (floating rate). Pasti akan berdampak ke masyarakat, tapi kenaikannya bertahap,” jelas Ferry saat dihubungi investortrust.id, Kamis (2/5/2024).
Baca Juga
Anggota REI Belanjakan Rp 100 Miliar untuk Dorong Ekonomi Labuan Bajo

