Net Sell Jumbo Rp 1,28 Triliun, Lima Saham Bank Ini Dilepas Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,28 triliun, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (31/3/2026), sebanyak 43,45 poin (0,61%) menjadi 7.048.
Net sell terbanyak melanda saham BBRI senilai Rp 290,17 miliar, MDKA mencapai Rp 118,05 miliar, BRMS mencapai Rp 109,98 miliar, BUMI senilai Rp 88,14 miliar, dan BBNI sebanyak Rp 73,74 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak, yaitu saham INDF sebanyak Rp 62,47 miliar, BMRI sebanyak Rp 39,32 miliar, NSSS senilai Rp 25,40 miliar, EMAS sebanyak Rp 23,47 miliar, dan AMRT Rp 22,46 miliar.
Baca Juga
Investortrust-Infovesta Gelar Most Trusted Financial Brand Awards 2026
Adapun pelemahan IHSG hari ini dipicu atas pelemahan sejumlah sektor pasar dengan rentang pergerakan 7.031-7.155 dengan nilai transaksi Rp 13,72 triliun.
Penurunan ini dipicu atas pelemaham dalam saham sektor energi sebanyak 2,75%. Sektor industry 1,20%, sektor teknologi 1,31%, sektor consumer primer 0,45%, dan sektor keuangan 0,53%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor property dan kesehatan.
Meski IHSG ditutup anjlok, lima saham ini justru berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CHEM menguat 34,94% menjadi Rp 112, WEHA naik 34,78% menjadi Rp 155, POLA melesat 34,48% menjadi Rp 78, dan BANK menguat 24,41% menjadi Rp 530.
Baca Juga
PM Takaichi Komitmen Perkuat Kemitraan Komprehensif Jepang-RI untuk Masa Depan Indo-Pasifik
Kenaikan pesat juga melanda saham TALF sebanyak 23,33% menjadi Rp 925, MOLI naik 22,02% menjadi Rp 266, dan ESTA menguat 19,32% menjadi Rp 210.
Kemarin, IHSG bergerak fluktuatif hingga akhirnya ditutup hanya turun tipis 5,39 poin (0,08%) menjadi 7.091. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 686,12 miliar dengan net sell terbanyak disumbangkan saham BBRI senilai Rp 461,43 miliar, BBCA mencapai Rp 242,09 miliar, dan BMRI mencapai Rp 241 miliar.
