Net Sell Memuncak Rp 1,9 Triliun, Saham VICI, BBCA, dan BBRI Dilepas Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,95 triliun, seiring dengan kejatuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9/2026), sebanyak sebanyak 88,86 poin (1,33%) menjadi 6.589,34.
Net sell terbanyak disumbangkan saham VICI melalui pasar negosiasi sebanyak Rp 1,25 triliun. Sisanya disumbangkan BBCA mencapai Rp 547,98 miliar, BBRI senilai Rp 218,86 miliar, ISAT sebanyak Rp 157,17 miliar, dan DSSA senilai Rp 72,70 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak disumbangkan ANTM capai Rp 301,67 miliar, AADI senilai Rp 179,08 miliar, CUAN mencapai Rp 146,66 miliar, PTBA sebanyak Rp 145,79 miliar dan ENRG senilai Rp 57,30 miliar.
Kejatuhan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas pasar saham global bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Pelemahan indeks juga dipengaruhi kejatuhan saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BYAN, TAPG, AMMN, hingga BCDK.
Penurunan tajam IHSG juga dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor energi melemah 2,06%, sektor infrastruktur 1,31%, material dasar 1,19%, industry 1,19%, property 1,08%, kesehatan 1,22%, consumer non primer 1%, keuangan 0,89%, consumer primer 0,74%, dan transportasi 1,80%.
Baca Juga
Emiten Hapsoro (RATU) Buka-Bukaan Soal Dividen, Besarannya Bakal Terus Naik?
Walaupun IHSG jatuh, sejumlah saham justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu GSMF naik 34,78% menjadi Rp 124, MGNA naik 34,65% menjadi Rp 136, JECC naik 25% menjadi Rp 825, dan SAPX naik 24,54% menjadi Rp 406. Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, yaitu KPIG naik 28,79% menjadi Rp 85 dan MSKY menguat 24,24% menjadi Rp 82.
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 8,24 poin (0,12%) menjadi 6.678,20 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 438,87 miliar. Meski net sell melanda, net buy saham justru melanda saham ANTM senilai Rp 373,93 miliar, BBRI mencapai Rp 164,52 miliar, dan AADI mencapai Rp 149,40 miliar.
