IHSG Anjlok hingga Net Sell, Ini Lima Saham Dilepas Pemodal Asing
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 114,86 miliar, seiring dengan koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/11/2024), sebanyak 68,76 poin (0,91%) menjadi 7.505,26.
Net sell terbanyak melanda lima saham ini, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 255,70 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 74,22 miliar, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Rp 32,29 miliar, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 25,29 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 24,60 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya lima saham ini berhasil torehkan pembelian bersih (net buy) saham, yaitu saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) Rp 141,32 miliar, PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 124,78 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 45,60 miliar, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Rp 35,97 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 21,37 miliar.
Terkait koreksi indeks hari ini dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor konsumer non primer turun 2,55%, sektor transportasi 2,64%, sektor kesehatan 2,65%, sektor material dasar 1,82%, sektor infrastruktur 0,89%, dan sektor energi 0,86%. Satu-satunya saham dengan penguatan saham teknologi 0,01%.
Meski IHSG anjlok, lima saham ini berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) naik 34,83% menjadi Rp 120 dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 34,72% menjadi Rp 260.
Baca Juga
ARA juga melanda PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 25% menjadi Rp 950, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,88% menjadi Rp 1.355, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat 24,68% menjadi Rp 985. Meski tak ARA, saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) melesat 29,93% menjadi Rp 178.
Sebaliknya penurunan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), dan PT Multipolar Tbk (MLPL).

