Bank Mandiri (BMRI) Cetak Level Tertinggi Baru, Target Harga Sahamnya Ternyata masih Tinggi
JAKARTA, Investortrust.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menorehkan penguatan hingga mencapai level penutupan tertinggi baru sepanjang masa pada perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/8/2023). Bahkan, BMRI satu-satunya saham berkapitalisasi pasar besar yang melesat hari ini.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham BMRI ditutup menguat Rp 100 (1,69%) menjadi Rp 6.000. Saham bank pelat merah ini bergerak dalam rentang Rp 5.900-6.025. Bahkan, perdagangan saham BMRI menempati urutan teratas kedua dari sisi nilai transaksi saham di BEI.
Baca Juga
Hijau Sepanjang Hari, IHSG Naik 26 Poin hingga Saham CPRO dan NOBU Cetak ARA
Berkat penguatan tersebut, harga saham BMRI telah melesat dari level Rp 4.987,50 (harga setelah memperhitungkan stocksplit) menjadi Rp 6.000 atau telah melesat sebanyak 20,30% sepanjang 2023 berjalan.
Penguatan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham BMRI naik menjadi Rp 279,99 triliun atau berada diperingkat keenam setelah PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 307,79 triliun. Sedangkan posisi pertama masih dipegang PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1.134 triliun.
Bahkan, BMRI satu-satunya saham bank kapitalisasi pasar besar yang mencatatkan penguatan sepanjang hari ini. Sisanya BBCA justru turun Rp 75 (0,81%) menjadi Rp 9.200 dan BBRI melemah Rp 50 (0,89%) menjadi Rp 5.550.
Baca Juga
LRT Diresmikan Presiden Jokowi, Erick Thohir: BUMN Terus Tingkatkan Layanan Transportasi Publik
Lompatan harga saham BMRI tersebut juga sejalan dengan lompatan kinerja keuangan perseroan hingga sepanjang semester I-2023. Perseroan membukukan lompatan laba bersih sebanyak 24,9% dari Rp 20,20 triliun menjadi Rp 25,32 triliun. Pendapatan bunga bersih juga melesat sebanyak 13,1% dari Rp 41,88 triliun menjadi Rp 47,30 triliun.
Rekomendasi Buy
Lalu, bagaiman target saham BMRI? Analis Maybank Kim Eng Sekuritas Jeffrosenberg Chenlim dan Faiq Asad mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengant arget harga direvisi naik dari Rp 5.625 menjadi Rp 6.400. “Target harga saham baru ini didasarkan atas perkiraan P/BV tahun 2024 sekitar 2,1 kali dan revisi naik target ROE dari 18,8% menjadi 19,8%,” tulisnya dalam riset harian yang diterbitkan belum lama ini.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan keputusan Maybank untuk merevisi naik proyeksi laba bersih BMRI sebesar 8% menjadi Rp 50,3 triliun tahun ini dan direvisi naik sebesar 10% menjadi Rp 57,2 triliun pada 2024. Revisi naik tersebut menggambarkan estimasi margin bunga bersih (NIM) lebih besar, penurunan biaya kredit, dan perbaikan efisiensi operasional.
Baca Juga
Baru Listing, Humpuss Maritim (HUMI) Langsung Aksi Korporasi Ini
Sementara itu, CGS CIMB Sekuritas dalam pertemuan dengan para investornya di Hong Kong pada 7-8 Agustus 2023 mengungkapkan bahwa investor asal Hong Kong menempatkan memilih saham BMRI dan BBRI sebagai pilihan teratas untuk saham perbankan di Indonesia.
Berbagai faktor tersebut mendorong investor berbasis di Hong Kong memberikan pandangan positif terhadap saham BBRI dan BMRI. Sedangkan CGS CIMB Sekuritas merekomendasikan add saham BMRI dengan target harga Rp 6.750. Target harga ini menggambarkan yields kredit lebih baik semua segmen bersamaan dengan penurunan biaya kredit.
Baca Juga
Tingkatkan Porsi TKDN, SIG Gunakan Suku Cadang UMKM untuk Substitusi Produk Impor
Pandangan positif terhadap saham BRMI juga datang dari analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savitri. Bahkan, Eka Savitri mereivi naik target harga saham BMRI menjadi Rp 7.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Target tersebut mengimplikasikan perkiraan PBV BMRI tahun depan sektiar 2,5 kali.
BRI Danareksa Sekuritas menargetkan laba bersih BMRI menjadi Rp 48,75 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 41,17 triliun. Begitu juga dengan PPOP diprediksi melesat dari Rp 72,29 triliun menjadi Rp 82,60 triliun.

