Sekuritas Ini Revisi Turun Target Laba Bank Mandiri (BMRI), Bagaimana Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Pertumbuhan laba bersih PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) hingga Mei 2025 sesuai ekspektasi di tengah tantangan berat pengetatan likuiditas dana yang berimbas terhadap kenaikan biaya dana dan tekanan terhadap margin bunga bersih. Ekspektasi berlanjutnya tantangan tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk merevisi turun target laba bersih BMRI tahun 2025.
Bank Mandiri (BMRI) mencatatkan kenaikan laba bersih bank only hanya tipis dari Rp 19,63 triliun menjadi Rp 19,65 triliun. PPOP turun 1% menjadi Rp 27,93 miliar sebaliknya kredit bertumbuh sifinifikan sebanyak 14%. Perseroan juga mencatatkan penurunan NIM dari 5% menjadi 4,6% dan biaya kredit turun dari 0,8% menjadi 0,7%. Meski demikian Secara umum, Sucor Sekuritas menyebutkan kinerja BMRI hingga Mei masih sesuai dengan perkiraan.
Baca Juga
Terkait peluang kinerja semester II tahun ini, analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, kombinasi likuiditas yang ketat, biaya dana yang tinggi, dan peningkatan rasio kredit bermasalah berpotensi membatasi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun. Perseroan juga akan mencatatkan peningkatan biaya kredit akibat peluang kenaikan provisi dalam beberapa bulan ke depan akan ikut menekan pertumbuhan kredit.
“Kami melihat peluang berlanjutnya penurunan kualitas aset, khususnya pada segmen mikro dan konsumer, akibat pelemahan daya beli masyarakat. Perkiraan normalisasi beban kredit, pertumbuhan pinjaman yang cenderung lesu, bersamaan dengan tekanan margin bunga bersih (NIM) bisa menekan laba pada paruh kedua tahun ini,” tulisnya.
Baca Juga
Pelemahan 4 Saham Big Bank Tekan IHSG, Intip kembali Target Harga BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI
Di tengah kendala likuiditas yang terus berlanjut, yang tercermin dalam tekanan margin bunga bersih (NIM) dan pertumbuhan aset yang lambat, serta kenaikan bertahap dalam biaya kredit akibat pelemahan daya beli, Sucor Sekuritas memilih untuk merevisi turun target laba bersih BMRI tahun ini menjadi Rp 55,6 triliun, dibandingkan perkiraan semula mencapai Rp 59,6 triliun. Target tersebut lebih rendah dari perolehan laba tahun 2024 senilai Rp 55,78 triliun.
Meski demikian, sekuritas ini tetap mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 6.370. Target harga ini mencerminkan valuasi PBV sebanyak 1,7 kali tahun 2025–2026F, dengan asumsi cost of equity sebesar 15%, dan return on equity (ROE) stabil di 20%.

