Saham Bank Mandiri (BMRI) Cetak ATH, Ternyata Target Sahamnya Direvisi Naik Sekuritas Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali berhasil mencetak harga tertinggi baru (all time high/ATH) level Rp 6.850 pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (5/2/2024).
Berdasarkan data BEI, saham BMRI ditutup menguat Rp 175 (2,62%) menjadi Rp 6.850. Bahkan, saham BMRI sempat menyentuh level Rp 6.900 per saham. Penguatn tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham BMRI naik ke Rp 632,93 triliun.
Bahkan, BMRI satu-satunya saham yang berhasil melesat dari bank-bank kategori Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) 4 tersebut. Sisanya saham BBCA, BBRI, dan BBNI justru melemah pada penutupan sesi I.
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Gandeng Modal Rakyat Salurkan Pembiayaan Rp200 Miliar
Terkait prospek saham BMRI, analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mempertahankan pertumbuhan laba bersih tetap kuat tahun 2024, walaupun laba bersih tahun lalu telah melesat sebanyak 34% menjadi Rp 55,1 triliun.
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih BMRI mencapai 11% dalam lima tahun ke depan. Proyeksi ini didukung ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kredit yang kuat bersamaan dengan NIM stabil.
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 7.600. Target harga tersebut juga mempertimbangkan posisi perseroan menjadi bank teratas untuk penyaluran kredit korporasi dan komersial.
Baca Juga
Targetkan Pertumbuhan Kredit Hingga 15% di 2024, Ini Strategi Bank Mandiri
Revisi naik saham BMRI juga diberikan analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano. Target saham BBRI direvisi naik dari semula Rp 7.300 menjadi Rp 7.600 oleh BRI Danareksa Sekuritas. Revisi tersebut merefleksikan nilai wajar PBV 2,5 kali sejalan dengan ekspektasi ROE lebih tinnggi.
Revisi naik target juga mempertimbangkan peningkatan target laba bersih tahun ini menjadi Rp 57,7 triliun oleh BRI Danareksa Sekuritas, seiring dengan peningkatan pendapatan non operasional bersamaan dengan penurunan biaya provisi.

