Pertumbuhan Kuat Diprediksi Berlanjut, Target Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) diproyeksikan mampu untuk mempertahankan pertumbuhan laba bersih tetap kuat tahun 2024, walaupun laba bersih tahun lalu telah melesat sebanyak 34% menjadi Rp 55,1 triliun.
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih BMRI mencapai 11% dalam lima tahun ke depan. Proyeksi ini didukung ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kredit yang kuat bersamaan dengan NIM stabil.
“Sedangkan laba bersih tahun 2024 diprediksi tumbuh moderat setelah tahun lalu mencatatkan lompatan hingga 34%. Sedangkan biaya kredit diperkirakan kembali normal tahun ini menjadi sekitar 120 bps, dibandingkan tahun 2023 sekitar 85 bps,” tulisnya dalam riset yang dikutip, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga
Bank Mandiri (BMRI) Catat Penyaluran KUR Rp 34,24 Triliun Sepanjang 2023
Terkait pertumbuhan kredit BMRI tahun ini, dia mengatakan, diproyeksikan di atas pertumbuhan rata-rata industry atau diharapkan berkisar 13-15%. Dengan rasio LAR masih besar dengan ruang 45%, perseroan juga diharapkan mampu untuk mempertahankan biaya kredit rendah dalam jangka pendek dan menengah.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan proyeksi biaya kredit perseroan berkisar 120-150 bps dalam lima tahun mendatang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata dalam 10 tahun teraekhir berkisar 180 bps.
Tak hanya itu, Edward mengatakan, kualitas aset Bank Mandiri menunjukkan perbaikan dengan rasio loan at risk 8,6% tahun 2023 atau lebih rendah dibandingkan pencapaian sebelum pandemi Covid-19.
Terkait lompatan laba bersih perseroan menjadi Rp 55,1 triliun sepanjang 2023, menurut Edward, telah melampaui target yang ditetapkan Sucor Sekuritas. Lompatan tersebut didukung pertumbuhan kredit 16%, pemulihan kredit bermasalah, dan penurunan biaya kredit.
Baca Juga
Terus Melaju! Bank Mandiri Gapai Laba Bersih Rp 55,1 Triliun di Tahun 2023
Berbagai faktor tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga direvisi naik menjadi Rp 7.600. Target harga tersebut juga mempertimbangkan posisi perseroan menjadi bank teratas untuk penyaluran kredit korporasi dan komersial.
Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan PB tahun 2024 sekitar 2,3 kali dan ROE diprediksi tetap stabil level 22%. Target itu juga mempertimbangkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 59,78 triliun tahun ini, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 54,93 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan BMRI
Sumber: Sucor Sekuritas

