Target Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik, Berikut Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id - Target harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) direvisi naik dari semulai Rp 7.300 menjadi Rp 7.600 oleh BRI Danareksa Sekuritas. Revisi tersebut merefleksikan nilai wajar PBV 2,5 kali sejalan dengan ekspektasi ROE lebih tinnggi.
Revisi naik target juga mempertimbangkan peningkatan target laba bersih tahun ini menjadi Rp 57,7 triliun oleh BRI Danareksa Sekuritas, seiring dengan peningkatan pendapatan non operasional bersamaan dengan penurunan biaya provisi.
Baca Juga
Pertumbuhan Kuat Diprediksi Berlanjut, Target Saham Bank Mandiri (BMRI) Direvisi Naik
“Laba bersih BMRI diproyeksikan kembali berutmbuh normal tahun 2024 setelah menunjukkan lompatan sepanjang tahun lalu dengan kenaikan laba bersih mencapai 34%. Target pertumbuhan BMRI diperkirakan sama dengan BBNI tahun ini,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Revisi naik target laba bersih tersebut juga memperkirakan margin bunga bersih (NIM) perseroan stabil level 5,3-5,5% tahun ini. Sedangkan biaya dana (CoF) diperkirakan menunjukkan kenaikan setelah mencatatkan 3,2% pada kuartal akhir 2023.
Baca Juga
Begini Proyeksi Saham Bank Mandiri (BMRI) Setelah Tembus ATH, Masih Bertenaga?
Revisi naik tersebut juga didukung lompatan laba bersih BMRI tahun 2023 sebanyak 34% menjadi Rp 55,1 triliun atau telah melampaui proyeksi BRI Danareksa Skeuritas dan consensus analis. Lompatan tersebut didukung pemulihan utang bermasalah dan penurunan biaya provisi.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan PPOP BMRI mencapai Rp 92,94 triliun tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 84,79 triliun.
Sedangkan laba bersih diharpakan meningkat menjadi Rp 57.74 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 55,06 triliun. EPS perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 619,7, dibandingkan tahun lalu Rp 590 per saham.

