Hari Ini, Bank Mandiri (BMRI) Melesat hingga Cetak Rekor Tertinggi Baru dalam Tiga Bulan
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mendadak melesat hingga cetak rekor harga tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). BMRI tercatat sebagai saham dengan kenaikan harga tertinggi di antara empat bank papan atas di Indonesia.
Berdasarkan data BEI, Kamis (1/8/2024), saham BMRI ditutup melesat Rp 350 (5,47%) menjadi Rp 6.750. Penguatan ini menopang kenaikan saham sektor keuangan lebih dari 1%. Dengan penutupan Rp 6.750, harga tersebut menjadi level tertinggi BMRI terhitung sejak 30 April atau lebih dari tiga bulan terakhir.
Baca Juga
Laba Bank Mandiri (BMRI) Capai Rp 26,55 Triliun di Semester I, Naik 5,23%
Meski melesat lebih dari 5% sepanjang hari ini, ternyata peluang penguatan harga saham BMRI juga masih terbuka lebar. Hal ini didasarkan target harga dua sekuritas, yaitu Sucor Sekuritas merekomendasikan beli dengan target harga Rp 7.800 untuk saham BMRI. Begitu juga dengan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 7.400.
Analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, pertumbuhan pesat kinerja keuangan dan kredit BMRI sepanjang semester I-2024 memperkuat posisinya sebagai bank yang memimpin pada segmen korporat dan komersial di Indonesia. Perseroan juga didukung digitalisasi yang kuat dan biaya dana kompetitif.
Terkait prospek kinerja keuangan perseroan pada paruh kedua tahun ini, dia mengatakan, diprediksi lanjutkan pertumbuhan dalam dua kuartal ke depan. Bank Mandiri masih memiliki ruang besar untuk mendongkrak yield kredit. Sejumlah keunggulan tersebut diharapkan membuat rata-rata pertumbuhan tahunan laba bersih perseroan mencapai 12% dalam lima tahun mendatang.
Baca Juga
Patuh ESG, Bos BMRI Bidik Target Net Zero Emissions di Tahun 2030
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini, saham BMRI tetap dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 7.400.Target harga tersebut mencerminkan pertumbuhan laba bersih semester I-2024 sudah sesuai dengan estimasi.
“Raihan laba bersih tersebut sudah sesuai dengan ekspektasi kami, yaitu merepresentasikan 47% dari target tahun ini yang diberikan Mandiri Sekuritas dan 48% dari target yang diberikan consensus analis,” tulisnya dalam riset tersebut.
Rekomendasi saham tersebut juga menggambarkan keberhasilan Bank Mandiri mencatatkan pertumbuhan kredit yang pesat sebanyak 20% dan penurunan biaya kredit (CoC) sepanjang semester I-2024. Target tersebut juga mempertimbangkan revisi naik kredit oleh manajemen BBRI dari 13-15% menjadi 16-18%.
Terkait target kinerja keuangan BMRI tahun ini, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan kenaikan laba berlanjut dengan target menjadi Rp 56,81 triliun. Sedangkan pendapatan bunga diestimasi meningkat menjadi Rp 101,42 triliun. Sedangkan NIM diperkirakan mencapai 4,9%.
Grafik Saham BMRI

