IHSG Berpotensi Melemah Hari Ini, Saham AADI, MEDC, dan MAIN Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (27/3/2026), berpeluang bergerak terbatas cenderung melemah dalam rentang 7.100-7.340. Tiga saham direkomendasikan beli hari ini adalah AADI, MEDC, dan MAIN.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa dari sisi teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam jangka pendek dengan rentang support 7.100 dan resistance 7.300–7.340. Sentimen eksternal, termasuk kenaikan harga energi, seperti minyak dan gas serta tekanan jual investor asing, masih menjadi faktor utama yang menahan potensi penguatan indeks.
Baca Juga
Wall Street Ambruk di Tengah Ketidakpastian Perdamaian AS-Iran, Dow Anjlok Lebih 450 Poin
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi peningkatan ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait negosiasi gencatan senjata antara AS dengan Iran yang belum menunjukkan kejelasan, sehingga memiliki sikap risk-off di pasar global. Ketidakpastian tersebut juga kembali memicu kenaikan harga minyak global.
Laju indeks juga akan dipengaruhi kembali tersungkurnya pasar saham AS, seperti Dow Jones ditutup anjlok 1,01%. Begitu juga dengan indeks S&P500 dan Nasdaq anjlok lebih parah masing0masing 1,74% dan 2,38%.
Meski indeks dibayangi pelemahan, BRI Danareksa Sekuritas menjagokan saham AADI dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 11.250-11.725. Saham MEDC dengan target harga Rp 1.860-1.910 dan MAIN dengan target harga Rp 925-945.
Baca Juga
Iran Tolak Pembicaraan Langsung dengan AS, Minyak Brent Tembus US$ 108
Kemarin, IHSG ditutup anjlok ditutup turun dalam sebanyak 138,03 poin (1,89%) menjadi 7.164,09 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham Rp 20,71 triliun setelah adanya crossing saham FAPA bernilai Rp 18,76 triliun melalui pasar negosiasi atau crossing saham.
Penurunan kemarin sejalan pelemahan mayoritas pasar saham Asia. Penurunan dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham dengan pelemahan lebih dari 2% dicatatkan saham sektor energi, material dasar, industry, konsumer primer. Sebaliknya kenaikan hanya melanda saham sektor transportasi.
Meski IHSG anjlok, beberapa saham berikut catatkan lompatan harga signifikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham AYLS sebanyak 34,55% menjadi Rp 222, TALF melambung 25% menjadi Rp 750, SSTM naik 24,80% menjadi Rp 780, dan SOTS naik 24,57% menjadi Rp 1.090.
