IHSG Berpeluang Lanjut Melemah Hari Ini, Saham DSNG hingga AADI Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (28/10/2026), berpeluang lanjutkan penurunan dengan rentang pergerakan 5.182-5.400. Adapun saham DSNG, CPIN, dan AADI direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pergerakan indeks akan dipengaruhi rilis kinerja emiten kuartal III-2026, perkembangan kebijakan BEI terkait pengecualian saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November, serta keputusan The Fed pada Kamis dini hari ini.
Baca Juga
Iran Bahas Syarat Akhiri Perang, Harga Minyak Turun Hampir 2%
Konsensus memperkirakan suku bunga dipertahankan di 3,75–4,00%. Sejumlah ekonom memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember meningkat akibat tekanan inflasi yang masih tinggi. Jika The Fed memberi sinyal lebih hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan menambah tekanan terhadap rupiah serta pasar saham emerging markets.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi menguji support 5.182–5.118 setelah gagal bertahan di atas 5.400. Tren masih bearish karena indeks berada di bawah MA20 (5.731) dan MA200 (6.916), sementara MACD masih negatif meski histogram mulai menyusut. Jika support bertahan, peluang konsolidasi atau technical rebound tetap terbuka menuju 5.400–5.455,” tulisnya.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham DSNG dengan target harga Rp 1.490-1.550, CPIN dengan target harga Rp 2.900-2.975, dan AADI dengan target harga Rp 11.215-12.475.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 106,96 poin (1,99%) menjadi 5.266. Penurunan dipicu atas pelemahan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi turun 3,33%, sektor material dasar 3,32%, sektor teknologi melemah 3,16%, sektor konsumer primer turun 1,36%, sektor kesehatan jatuh 1,50%, sektor konsumer non primer turun 0,49%, sektor transportasi turun 2,83%, sektor infrastruktur turun 2,95%, sektor property melemah 1,55%, sektor keuangan jatuh 1,11%. Sebaliknya saham sektor industry naik 1,43%.
Meski terjadi penurunan tajam, beberapa saham berikut masih berhasil torehkan penguatan, DADA naik 33,33% menjadi Rp 24, TGUK naik 23,46% menjadi Rp 100, BOGA naik 22,88% menjadi Rp 1.880, TMP naik 20,63% menjadi Rp 228, dan OKAS naik 19,32% menjadi Rp 105.
