IHSG Terbuka Rebound Hari Ini, Tiga Saham Dipimpin MEDC Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (12/8/2026), berpeluang rebound dengan rentang pergeraan 6.241-6.385. Tiga saham MEDC, ASSA, dan WIRG direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa pasar akan mencermati rilis inflasi AS Juli dengan konsensus headline 3,4% YoY dan core 2,5% YoY serta MSCI Review pada 12 Agustus yang berpotensi meningkatkan volatilitas dan memengaruhi arus dana asing. Investor juga akan memperhatikan perkembangan konflik AS–Iran, harga minyak, serta kepastian terkait Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI.
“Secara teknikal, IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah koreksi tajam, dengan support di 6.200–6.240 dan resistance 6.300–6.385. Selama area support mampu dipertahankan, peluang rebound masih terbuka, meski MSCI Review berpotensi membuat pergerakan IHSG tetap volatile,” ungkapnya.
Baca Juga
Laju indeks juga akan dipengaruhi penurunan mayoritas indeks saham Wall Street setelah Dow Jones melemah 0,34%. Pelemahan juga melanda S&P500 sebanyak 0,32% dan Nasdaq mencapai 0,60%. Berlanjutnya kenaikan harga minyak.
Terkait saham pilihan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.370-1.400, ESSA dengan target harga Rp 715-740, dan WIRG dengan target harga Rp 68.72.
Kemarin, IHSG anjlok sebanyak 97,49 poin (1,53%) menjadi 6.267 disertai dengan penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp 687,79 miliar. Net sell terbanyak melanda saham SINI senilai Rp 456,29 miliar, TPIA mencapai Rp 173,46 miliar, dan BMRI senilai Rp 169,20 miliar.
Baca Juga
Iran Perketat Syarat Pembukaan Hormuz, Harga Minyak Kembali Melonjak
Pelemahan ini juga dipicu atas penurunan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor industry melemah 3,49%, consumer primer 2,68%, teknologi 2,57%, sektor energi 1,78%, material dasar 1,79%, keuangan 1,01%, dan infrastruktur 1,22%. Sebaliknya saham kesehatan naik tipis 0,19%.
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh saham big cap, seperti saham emiten Prajogo Pangestu terdiri atas BREN, TPIA, BRPT, dan CDIA. Tekanan juga datang dari kejatuhan saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti CSMI naik 35% menjadi Rp 108, STAR naik 24,70% menjadi Rp 414, dan YPAS naik 24,41% menjadi Rp 790. Kenaikan juga melanda saham FAST sebanyak 14,84% menjadi Rp 418 dan KJEN sebanyak 14,10% menjadi Rp 178.
