IHSG akan Bergerak Volatil Akibat Perang Iran, Tiga Saham Dipimpin MEDC Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/3/2026), diprediksi bergerak volatile dengan kecenderungan melemah kisaran 8.150-8.350. Tiga saham pilihan komoditas MEDC, ELSA, dan MDKA.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa peluang volatile indeks dipicu atas peningkatan sentimen risk-off global akibat eskalasi konflik AS–Israel dan Iran yang mendorong investor beralih ke aset safe haven. Selain itu, pasar mencermati potensi kenaikan harga minyak setelah penutupan selat Hormuz yang dapat meningkatkan tekanan inflasi dan biaya produksi emiten.
Baca Juga
Gangguan Pasokan Akibat Eskalasi Perang Iran Bisa Kerek Minyak Brent Tembus US$ 100
Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa tekanan terhadap IHSG berpotensi relatif tertahan, mengingat komposisi indeks yang banyak dihuni saham berbasis komoditas yang berpotensi diuntungkan dari kenaikan harga energi dan emas. Secara Teknikal, arah support IHSG terdekat berada pada level 8150 – 810.
Terkait saham pilihan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.775-1.835, ELSA dengan target harga Rp 890-925, dan MDKA dengan target harga Rp 3.840-2.960.
Sepanjang pekan lalu, IHSG catatkan penurunan 36,28 poin (0,44%) menjadi 8.235. Pemodal asing mencatatkan lompatan pembelian bersih (net buy) sebanyak Rp 4,90 triliun. Net buy terbanyak disumbangkan saham BBRI mencapai Rp 1,14 triliun.
Baca Juga
Operasi Militer AS dan Israel di Iran Diklaim Lebih Cepat dari Perkiraan, Trump: “Ahead of Schedule”
Secara sectoral, penurunan dipicu atas pelemahan saham sektor energi, material dasasr, property, infrastruktur, transportasi, teknologi. Sebaliknya saham sektor industry, material dasar, dan consumer primer catatkan kenaikan.
Penurunan ini menjadikan kinerja IHSG BEI menajdi yang terburuk di Asia Pacifik sepanjang year to date (ytd) dengan pelemahan mencapai 4,76%. Adapun indeks dengan kenaikan tertinggi ytd dicatatkan indeks Kospi dengan penguatan 48,17% disusul indes SET dari Thailand dengan kenaikan 21,23%.

