IHSG Berpeluang Profit Taking Akibat Perundingan AS-Iran, Tiga Saham Dipimpin EMTK Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/4/2026), berpeluang terkoreksi, seiring gagalnya perundingan AS dengan Iran di Islamabad akhir pekan lalu. Meski demikian tiga saham ini, EMTK, JPFA, dan PADI direkomendasikan beli hari ini.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG memasuki awal pekan berpotensi terkoreksi, seiring negosiasi nuklir antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan. JD Vance menegaskan Iran belum berkomitmen menghentikan pengayaan uranium.
Baca Juga
Di saat yang sama, eskalasi Konflik Israel–Hizbullah di Lebanon Selatan meningkat akibat serangan lintas perbatasan yang menimbulkan korban jiwa. “Secara teknikal, IHSG yang berada di resistance psikologis 7.500 berpotensi mengalami profit taking setelah rebound signifikan sepekan terakhir,” tulisnya.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham EMTK dengan target harga Rp 940-990, JPFA dengan target harga Rp 2.640-2.710, dan PADI dengan target harga Rp 133.140.
Sepanjang pekan lalu, IHSG melesat sebanyak 6,14% menjadi 7.458 sepanjang pekan ini. Lompatan memicu kenaikan kapitalisasi pasar (merket cap) senilai Rp 884 triliun menjadi Rp 13.189 triliun.
Baca Juga
Konsolidasi Fiber PLN Icon Plus Jadi Katalis Baru, Saham Telkom (TLKM) Bisa Terkerek Segini
Kenaikan ini ditopang penguatan sejumlah saham big cap yang menjadi penopang utama kenaikan indeks pekan ini teridiri atas saham BREN melesat 20,83% pekan ini, BRPT naik 49,61%, DSSA menguat 10,48%, AMMN naik 15,43%, dan MSIN naik 58,08%.
Kenaikan tersebut juga ditopang penguatan seluruh sektor saham pekan ini. Tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar 12,44%, sektor konsumer primer 10,97%, infrastruktur 9,77%, energi 7,86%, industry 6,94%, dan keuangan 4,87%.
Meski IHSG catatkan penguatan pesat hingga tertinggi di pasar saham Asean, pemodal asing ternyata masih agresif melepas saham. Total transaksi mencapai Rp 3,31 triliun sepanjang pekan lalu.

