IHSG Lanjutkan Pelemahan Pekan Ini, Market Cap Menguap Rp 131 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penurunan sebanyak 30,37 poin (0,43%) menjadi 7.10,83 dalam dua hari transaksi pekan ini. Nilai kapitalisasi pasar mengalami penurunan sebanyak Rp 131 triliun menjadi Rp 12.547 triliun.
Berlanjutnya koreksi tersebut menjadikan total pelemahan IHSG BEI sepanjang year to date (ytd) mencapai 17,81%. Penurunan indeks tercatat yang paling buruk di dunia atau menempati peringkat paling 35 dari 35 bursa saham dunia.
Baca Juga
Sekutu AS Enggan Kawal Tanker di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Tembus US$ 103
Penurunan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan mayoritas saham big cap, seperti DSSA, BREN, BRMS, AMMN, BBCA, GOTO. Sebaliknya saham yang menjadi penahan IHSG dari kejatuhan datang dari penguatan saham EMAS sebanyak 23,38%, SMMA mencapai 9%, dan TLKM sebanyak 2,69%.
Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham pekan ini sebanyak Rp 343,6 miliar. Aksi beli tersebut berbanding terbalik dengan posisi pekan sebelumnya dengan penjualan bersih mencapai Rp 1,56 triliun.
Kemarin, IHSG ditutup melesat 84,55 poin (1,20%) menjadi 7.106,84. Rentang pergerakan 7.022-7.148 dengan nilai transaksi Rp 17,54 triliun.
Baca Juga
Bursa Eropa Menghijau di Tengah Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah
Kenaikan tersebut sejalan dengan penguatan sejumlah seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 3,43%, sektor infrastruktur 3,38%, sektor transportasi 2,69%, sektor teknologi 2,89%, sektor energi 1,05%, sektor konsumer non primer 1,07%, dan sektor property 1,42%.
Di tengah lompantan tersebut, sejumlah saham ini catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham ROCK naik 24,82% menjadi Rp 3.520, JSPT naik 24,70% menjadi Rp 1.565, LAPD menguat 19,48% menjadi Rp 92, ESTA menguat 16,03% menjadi Rp 152, dan EXCL menguat 15,63% menjadi Rp 2.950.
