Saham Sepekan, IHSG Anjlok 1,13% hingga Market Cap Menguap Rp 52 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini atau 25-29 November 2024 ditutup anjlok sebanyak 1,13% menjadi 7.114,26. Begitu juga dengan kapitalisasi pasar saham menguap Rp 52 triliun menjadi Rp 12.000 triliun.
Data BEI mengungkap bahwa penurunan indeks tersebut dipengaruhi atas koreksi sebanyak 448 saham, sebanyak 225 saham tak mengalami perubahan harga, dan hanya 274 saham yang catatkan penguatan harga.
Baca Juga
Emiten Rumah Sakit Menjanjikan Akhir Tahun, Simak Target Harga HEAL, SILO, dan MIKA
Secara sectoral, penurunan indeks periode 25-29 November dipengaruhi atas kejatuhan sejumlah sektor saham didominasi sektor energi dengan penurunan 4,41%. Koreksi dalam sektor ini dipicu atas kejatuhan saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebanyak 44,53% dari level Rp 3.750 menjadi Rp 2.080 usai cum special dividen berakhir akhir pada 26 November.
Koreksi dalam indeks pekan ini juga dipengaruhi atas kejatuhan saham sektor teknologi sebanyak 3,54%, sektor material dasar turun 2,62%, dan sektor infrastruktur anjlok 1,09%. Sebaliknya kenaikan tertinggi dicatatkan saham sektor kesehatan mencapai 2,02%.
Baca Juga
Kinerja Keuangan Bumi Minerals (BRMS) Melesat hingga Kuartal III, Dua Faktor Ini Penopangnya
Penurunan indeks pekan ini juga dipengaruhi berlanjutnya aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 3,89 triliun atau meningkat dari pekan sebelumnya Rp 3,62 triliun. Hal ini menjadikan net sell saham di BEI sepanjang November menjadi Rp Rp 16,81 triliun.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 85,89 poin (1,19%) menjadi 7.114,27. Sejalan dengan aksi penjualan bersih (net sell) saham oleh pemodal asing senilai Rp 1,89 triliun, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 823,84 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 461,23 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 323,13 miliar.
Grafik IHSG 5 Hari

