Pasar Saham Terguncang Pekan Ini, IHSG Jatuh 7,89% dan Market Cap Menguap Rp 1.161 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penurunan dalam sebanyak 649,79 poin (7,89%) menjadi 7.585,68 sepanjang pekan ini atau periode 2-6 Maret 2026. Kapitalisasi pasar menguap hingga Rp 1.161 triliun atau turun 7,33%.
Sebaliknya pemodal asing justru mempertahankan pembelian bersih (net buy) saham di seluruh pasar senilai Rp 2,22 triliun pekan ini. Realisasi tersebut mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya senilai Rp 4,90 triliun.
Baca Juga
Wall Street Terpukul Harga Minyak dan Data Payroll AS, Dow Anjlok Lebih 450 Poin
Data BEI mengungkap penekan utama indeks pekan ini datang dari pelemahan sejumlah saham big cap, seperti AMMN turun 19,93%, BBRI melemah 6,14%, TLKM sebanyak 9,89%, FILM 47,38%, BRMS sebanyak 17,53%, BRPT mencapai 21,86%, BMRI sebanyak 5,59%, dan ASII mencapai 8,24%.
Pelemahan indeks juga dipicu kejatuhan seluruh sektor saham di BEI pekan ini, seperti sektor consumer primer 14,73%, sektor transportasi melemah 12,05%, material dasar anjlok 11,46%, industry 11,09%, infrastruktur 9,32%, property 8,97%, teknologi 8,27%, dan sektor keuangan anjlok 5,46%.
Terburuk di Dunia
Kejatuhan indeks pekan ini dipicu atas meletusnya perang AS-Israel yang menyerang Iran sejak akhir pekan lalu. Perang tersebut memicu kejatuhan seluruh pasar saham dunia, karena memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Tekanan IHSG juga dipicu atas keputusan Fitch Ratings yang menurunkan ouloot utang Indonesia dari stable jadi negatif.
Baca Juga
Minyak Tembus US$ 90 per Barel, AS Luncurkan Program Reasuransi US$ 20 Miliar untuk Tanker Minyak
Penurunan tersebut membuat hampir seluruh pasar saham dunia melemah. Di Asia Pasifik, perang tersebut membuat indeks KOSPI jatuh lebih dari 10,56% dalam sepekan, indeks SET Thailan anjlok sebanyak 7,71%, dan indeks BEI anjlok 7,71%. Indeks Nikkei 25 juga jatuh sebanyak 5,46%.
Penurunan tersebut membuat IHSG BEI sepanjang tahun 2026 berjalan atau year to date (ytd) anjlok sebanyak 12,27%. Pelemahan indeks merupakan yang terburuk di pasar Asia Pasifik, bahkan di dunia.

