Menkeu Pamer Kontribusi Indonesia pada Voluntary Carbon Market Asia
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia berkontribusi pada Pasar Karbon Sukarela (Voluntary Carbon Market/VCM) Asia sebesar 15% atau 31,7 metrik ton setara karbondioksida (CO2e) dengan estimasi nilai transaksi offset karbon sebesar US$ 163 juta.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, potensi Indonesia menjadi penyedia kredit karbon berbasis alam sangat besar, dengan mekanisme offset mencapai 1.3 giga ton CO2e senilai US$ 190 miliar.
"Ini menunjukkan potensi ke depan yang masih luar biasa besar," kata Sri Mulyani dalam acara High-Level Roundtable On Voluntary Carbon Markets sebagai rangkaian Conference of the Parties (COP) 28 Uni Emirat Arab (UAE), seperti dikutip, Selasa (5/12/2023).
Baca Juga
Pemanfaatan Energi Laut Bantu Pencapaian Target NZE, Begini Penjelasan Kementerian ESDM
Dari sisi kredit karbon berbasis teknologi, Menkeu mengungkapkan Indonesia mulai memperdagangkan di bursa karbon sejak September 2023.
Sedangkan hingga 25 Oktober 2023, tercatat sebanyak 464,843 ton CO2e diperdagangkan dengan nilai Rp 69.900 per unit karbon atau setara dengan US$ 4,43 per ton CO2e, yang totalnya mencapai US$ 1,85 juta.
Lebih lanjut Sri Mulyani menjelaskan peran penting Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam pengembangan pasar karbon dan berbagai upaya percepatan transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Baca Juga
Siap Jadi Pemain Utama, Pertamina Incar Peluang Bisnis Penyimpanan Karbon di Indonesia
"Kemenkeu memiliki peran penting dalam pengembangan pasar karbon, tak hanya menjadi katalisator dalam pengembangan pasar karbon yang efektif dan efisien, kami juga mendorong investasi rendah karbon dan percepatan transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan," ujarnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya terus berupaya meningkatkan mobilisasi dari pasar internasional melalui kebijakan perdagangan karbon lintas batas bersama kementerian lain, khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Tentu, segala upaya ini tidak hadir tanpa tantangan. Namun itulah fungsi dari forum seperti ini, yakni bersama menemukan titik tengah serta solusi dari beragam tantangan yang dihadapi," ujar Menkeu.

