Nilai Kontribusi RI di Voluntary Carbon Market (VCM) Capai US$ 163 Juta
JAKARTA, Investortrust.id – Sejak tahun 2016 hingga 2020, Indonesia berkontribusi pada Voluntary Carbon Market (VCM) Asia hingga 15% (31.7MTon CO2e) dengan estimasi nilai transaksi offset karbon sebesar US$163 juta.
Selain itu Indonesia juga memiliki potensi besar untuk menjadi penyedia kredit karbon berbasis alam dengan mekanisme offset mencapai 1.3 giga ton CO2e senilai US$190 miliar.
Baca Juga
Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam High-Level Roundtable On Voluntary Carbon Markets bertema “Unlocking High Integrity Carbon Markets”. Acara yang diselenggarakan pada Senin (4/12/2023) ini merupakan inisiasi COP 28 Presidency dan Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ) untuk membahas peran VCM dalam keuangan iklim serta mencapai transisi net-zero.
Sri Mulyani juga menjelaskan bahwa dari sisi kredit karbon berbasis teknologi yang mulai diperdagangkan pada Indonesia Carbon Exchange (IDX Carbon) per 25 Oktober 2023, tercatat sebanyak 464,843 ton CO2e diperdagangkan dengan nilai Rp69.900/unit karbon (US$4.43/ton CO2e) yang nilainya total mencapai US$1.85 juta.
"Ini menunjukkan potensi ke depan yang masih luar biasa besar," jelas Menkeu sebagaimana dikutip dari laman Instagram @smindrawati.
Menkeu pun menjelaskan peran penting Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam pengembangan pasar karbon dan berbagai upaya percepatan transisi menuju masa depan yang lebih sustainable.
Baca Juga
"Kemenkeu sendiri memiliki peran penting dalam pengembangan pasar karbon, tak hanya menjadi katalisator dalam pengembangan pasar karbon yang efektif dan efisien, Kemenkeu juga mendorong investasi rendah karbon dan percepatan transisi menuju masa depan yang lebih sustainble," ujarnya dilansir laman Kemenkeu, Selasa (5/23/2023).
Selain itu, ia menjelaskan bahwa Kemenkeu juga terus berupaya meningkatkan mobilisasi dari pasar internasional melalui kebijakan perdagangan karbon lintas batas bersama kementerian lain khususnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
"Tentu, segala upaya ini tidak hadir tanpa tantangan. Namun itulah fungsi dari forum seperti ini. Bersama menemukan titik tengah serta solusi dari beragam tantangan yang kita hadapi," pungkasnya.

