Laba Arkora (ARKO) Melesat 52,84%, Pertumbuhan Ditopang Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) berhasil mencatatkan lompatan laba tahun berjalan sebanyak 52,84% menjadi Rp 63,89 miliar pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 41,80 miliar. Laba per saham naik dari Rp 14 menjadi Rp 22.
Manajemen ARKO dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (9/3/2026), menyebutkan kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pesat pendapatan dari Rp 238,91 miliar menjadi Rp 343,32 miliar. Laba kotor juga melesat dari Rp 58,57 miliar menjadi Rp 89,71 miliar.
Baca Juga
Jika Harga Minyak Tembus US$ 117, Subsidi BBM dan Program Strategis Pemerintah Terancam Defisit
Kenaikanan laba tahun berjalan tersebut terhadap laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entias induk menjadi Rp 63,90 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 41,79 miliar.
Sebelumnya, perusahaan yang dikendalikan PT United Tractors Tbk (UNTR) ini resmi mengoperasikan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung. Produksi listrik dari pembangkit keempat perseroan ini memiliki kapasitas 35,02 GWh per tahun atau menyumbang sekitar 17,8% dari total estimasi produksi listrik 2026.
Pengoperasian ini menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pengoperasian Proyek Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung. Setelah menyelesaikan tahapan commissioning sesuai standar, proyek ini resmi mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 6 Februari 2026 sesuai kontrak.
Baca Juga
Arkora Hydro (ARKO) Resmi Operasikan PLTA di Lampung, Kapasitasnya Segini
Proyek Kukusan 2 merupakan PLTA berkonsep run-of-river berkapasitas 5,4 MW (2 x 2,7 MW). Skema ini memanfaatkan aliran sungai alami tanpa pembangunan bendungan besar sehingga dampak lingkungan dapat ditekan seminimal mungkin.
Dengan estimasi produksi listrik sebesar 35,02 GWh per tahun, fasilitas ini menjadi pembangkit keempat Perseroan dan menyumbang sekitar 17,8% dari total estimasi produksi listrik 2026 yang diproyeksikan mencapai 197,28 GWh.
Proyek Kukusan 2 telah mengantongi Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) selama 25 tahun dengan PT PLN (Persero). Energi yang dihasilkan disalurkan ke jaringan distribusi listrik Lampung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sektor industri, hingga fasilitas publik. Dengan asumsi konsumsi listrik per kapita Indonesia sebesar 1.411 kWh per tahun, pembangkit ini mampu melistriki sekitar 5.000–

