Demi Ini, Arkora Hydro (ARKO) Rela Tak Bagikan Dividen
JAKARTA, investortrust.id – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPS) PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2023. Meskipun perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp 39,1 miliar.
Tahun lalu, perusahaan grup Astra ini membukukan penurunan laba bersih sebanyak 25,79% menjadi Rp 39,1 miliar pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 2022 senilai Rp 52,66 miliar.
Baca Juga
Direktur Utama ARKO Aldo Henry Artoko mengatakan, perseroan akan mengalihkan laba bersih tahun lalu sebagai laba ditahan guna membiayai ekspansi perseroan ke depan.
“RUPST memutuskan senilai Rp 2 miliar digunakan sebagai dana cadangan perseroan. Sisanya Rp 37,2 miliar akan digunakan sebagai laba ditahan untuk ekspansi,” kata Aldo melalui keterangan resmi dikutip Selasa, (2/4/2024).
Sementara itu, Komisaris Utama ARKO Arya Pradana Setiadharma mengatakan, puncak El Nino terasa pada semester II tahun 2023 yang memicu penurunan produksi listrik pembangkit perseroan. “Produksi listrik turun akibat debit air menuju turbin berkurang,” terangnya.
Baca Juga
Arkora Hydro (ARKO) Kucurkan Pinjaman ke Anak Usaha, Ternyata Mau Bangun Ini
Hal ini membuat pendapatan turun, namun demikian perseroan berhasil menjaga margin laba bersih tetap baik, bahkan mengalami perbaikan menjadi 21,9% pada 2023, dibandingkan tahun 2022 sebanyak 21,3%.
Menurut Arya, margin laba bersih yang stabil ini menunjukkan daya tahan perseroan yang baik di tengah anomali cuaca yang melanda sepanjang tahun 2023.
Manajemen ARKO dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebutkan penurunan laba tahun lalu dipicu penurunan pendapatan perseroan dari Rp 247,88 miliar menjadi Rp 178,79 miliar.
Penurunan tersebut menjadikan laba kotor perseroan juga susut menjadi Rp 73,96 miliar dari tahun sebelumnya Rp 127,11 miliar. Hal ini membuat laba bersih tahun berjalan perseroan turun dari Rp 52,07 miliar menjadi Rp 39,10 miliar.

