Pendatan dan Laba Arkora Hydro (ARKO) Kompak Turun di 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) membukukan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 39,07 miliar tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 52,73 miliar.
Manajemen ARKO dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/3/2024), menyebutkan penurunan laba tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan dari Rp 247,88 miliar menjadi Rp 178,79 miliar.
Baca Juga
Pemerintah Gencar Kembangkan Pembangkit Listrik EBT, Rekomendasi Beli Saham KEEN dan ARKO
Penurunan tersebut menjadikan laba kotor perseroan juga susut menjadi Rp 73,96 miliar dari tahun sebelumnya Rp 127,11 miliar. Hal ini membuat laba bersih tahun berjalan perseroan turun dari Rp 52,07 miliar menjadi Rp 39,10 miliar.
Meski mencatatkan penurunan kinerja keuangan, ARKO berhasil membukukan peningkatan total aset dari Rp 947,94 miliar menjadi Rp 1,15 triliun. Begitu juga dengan liabilitas naik dari Rp 547,93 miliar menjadi Rp 719,72 miliar.
Sebelumnya, Komisaris Utama Arya Pradana Setiadharma agresif menambah saham pada ARKO. Terakhir dilakukan pembelian sebanyak 1,6 jtua saham ARKO sepanjang Januari 2024 berjalan.
Arya Pradana Setiadharma menambah kepemilikan saham di ARKO secara bertahap dalam kurun waktu 16-19 Januari 2024. Sedangkan harga pelaksanaan bervariasi mulai dari Rp 665 hingga Rp 685. Tujuan transaksi untuk investasi jangka panjang dengan kepemilikan saham langsung.
Baca Juga
Menteri ESDM Pastikan Target Bauran EBT 23% Berlanjut di 2025
ARKO merupakan perusahaan pembangkit listrik energi terbarukan yang mengoperasikan dua pembangkit listrik mini tenaga air dan dua pembangkit lainnya tengah dalam tahap konstruksi dengan kapasitas total 32,8 MW.
Berdasarkan data, PT Arkora Bakti bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan 47,52% saham perseroan. Sisanya dikuasai PT Energi Prima sebanyak 26,55% dan ACEI Singapore mencapai 10,07%.

