IHSG Sesi I Melesat 1,36%, Penopang Utama Saham EMAS hingga TPIA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (23/2/2026), ditutup melambung sebanyak 112,28 poin (1,36%) menjadi 8.384. Rentang pergerakan 8.271-8.395 dengan nilai transaksi Rp 12,70 triliun.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar 3,66%, sektor energi 1,66%, sektor consumer primer 1,53%, sektor keuangan 1,38%, sektor transportasi 2,16%, sektor teknologi 1,09%, dan sektor infrastruktur 1,06%.
Baca Juga
Purbaya Sebut Modal Asing Kembali Deras, 'Inflow' Tembus Rp 18,42 Triliun
Lompatan IHSG ini didukung kenaikan sejumlah saham big cap, seperti saham EMAS meleseat 7,91% menjadi Rp 8.525, TPIA naik 6,32% menjadi Rp 7.150, UNVR naik 5,36% menjadi Rp 2.360, dan TINS menguat 4,34% menjadi Rp 4.090.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham DIVA naik 33,33% menjadi Rp 192, MEGA naik 24,77% menjadi Rp 4.130, SKBM menguat 24,56% menjadi Rp 1.065, PADI naik 24,44% menjadi Rp 168, BIPI naik 18,42% menjadi Rp 270, dan IKBI menguat 18,18% menjadi Rp 650.
IHSG sepanjang pekan lalu ditutup menguat 52 poin (0,35%) menjadi 8.271. Rentang pergerakan 8.227-8.376 dengan rata-rata nilai transaksi Rp 23,89 triliun.
Baca Juga
BEI: 8 Perusahaan Antre IPO Saham, Didominasi Emiten Aset Jumbo
Kenaikan indeks hanya terjadi dalam satu hari dari tiga hari transaksi bursa efek sepanjang pekan ini. Penguatan tersebut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar (market cap) BEI dari Rp 14.889 triliun menjadi Rp 14.941 triliun.
Beberapa saham pendorong indeks pekan lalu adalah saham AMMN dengan kenaikan 4,64%, MDKA dengan kenaikan 11,49%, BBRI dengan penguatan 1,59%, MBMA dengan kenaikan 17.93%, dan FILM dengan kenaikan 12,78%. Kenaikan indeks juga didukung penguatan pesat saham NSS sebanyak 31,21% dan BIPI mencapai 35,71%. Kenaikan tersebut juga didukung penguatan sebanyak 460 saham.
