IHSG Sesi I Ditutup Melesat 1,70% ke Atas 5.400, Saham Big Cap Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Kamis (22/10/2026), ditutup melesat sebanyak 90,64 poin (1,70%) menjadi 5.419. Rentang pergerakan 5.185-5.422 dengan nilai transaksi Rp 8,87 triliun.
Penguatan tersebut berbanding terbalik dengan pembukaan pasar pagi ini yang sempat dibuka lebih dari 100 poin (1,81%) menjadi 5.234. Kenaikan indeks hari ini berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung melemah.
Baca Juga
Danantara Akui Sudah Belanja Saham Saat IHSG Anjlok Gegara MSCI
Kenaikan indeks juga ditopang atas penguatan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi 3,24%, material dasar 2,27%, infrastruktur 2,20%, transportasi 2,60%, industry 1,62%, konsumer non primer 1,91%, konsumer primer 1,77%, kesehatan 1,61%, property 1,34%, kesehatan 1,61%, dan keuangan 0,87%.
Kenaikan indeks juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti BREN, AMMN, BMRI, BBRI, BRIS, TPIA, BYAN, hingga ANTM. Adapun saham dengan kenaikan harga tertinggi, yaitu ENAK naik 31,85% menjadi Rp 178, PTSP menguat 25% menjadi Rp 1.800, PNSE naik 22,32% menjadi Rp 685, TOBA naik 20,93% menjadi Rp 2.080, dan MBSS menguat 20,25% menjadi Rp 3.920.
Baca Juga
Hendra Wardana: Jangan Cuma Berani Lawan MSCI, Benahi Pasar Modal!
Kemarin, IHSG ditutup lanjutkan penguatan 49,47 poin (0,94%) menjadi 5.328 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 70,71 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 226,60 miliar, ANTM mencapai Rp 83,14 miliar, dan TLKM sebanyak Rp 71,86 miliar.
Terkait penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti kesehatan 3,35%, property 1,77%, infrastruktur 1,47%, konsumer primer 1,25%, konsumer non primer 1,44%, sektor energi 0,57%, sektor material dasar 0,60%, keuangan 0,71%, dan transportasi 0,17%.Sebaliknya industry turun 0,59% dan teknologi 1,12%.
Kenaikan indeks juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti BREN, BBCA, TPIA, BRPT, ICBP, ITMG, dan GGRM. Saham ISAT, BNGA, dan DMAS juga catatkan kenaikan. Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu saham STRK naik 34,31% menjadi Rp 137, SOLA naik 33,90% menjadi Rp 79, MKNT melambung 33,33% menjadi Rp 4, IPTV naik 26,32% menjadi Rp 24, SOHO naik 24,88% menjadi Rp 1.305, BUKK naik 24,84% menjadi Rp 980, CARE naik 24,83% menjadi Rp 372, dan TRUK naik hampir 20% menjadi Rp 6.025.
