Kinerja Sesuai Estimasi, Sekuritas Ini Pertahankan Beli Saham Telkom (TLKM)
JAKARTA, investortrust.id – Kedua sekuritas ini tetap mempertahankan rekomendasi beli sahamPT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), seiring dengan realisasi kinerja keuangan TLKM sudah sesuai ekspektasi tahun lalu.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham TLKM dengan target harga Rp 4.600. Dengan target tersebut potensi cuan dari saham raksasa telekomunikasi ini masih besar.
“Meksipun pertumbuhan pendapatan dan EBITDA perseroan tahun lalu tipis, angka tersebut sudah sesuai estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus analis,” tulis riset harian BRI Danareksa Sekuritas di Jakarta, Selasa (26/3/2024).
Baca Juga
Saham TLKM Melorot 4% di Tengah Perolehan Laba Rp 24,6 Triliun, Kok Bisa?
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa perolehan pendapatan perseroan tahun lalu senilai Rp 151,37 triliun sudah sesuai estimasi atau merefleksikan 98,6% dari target. Sedangkan laba bersih Rp 25,11 triliun merefleksikan 97,8% dari target BRI Danareksa Sekuritas.
Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham TLKM dengan target harga menggiurkan Rp 4.500. Riset hariannya menyebutkan bahwa tingkat pertumbuhan laba perseroan diprediksi kembali normal dalam beberapa kuartal ke depan, meskipun realisasi kuartal terakhir tahun lalu turun tipis.
Mandiri Sekuritas menyebutkan pelemahan EBITDA dan laba kuartal terakhir tahun 2023 dipicu penunrunan pendaptan segmen bisnis legacy bersamaan dengan peningkatan biaya non operasional.
Berdasarikan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI), saham TLKM lanjutkan penurunan hari ini Rp 80 (2,14%) menjadi Rp 3.640 hingga pukul 10.55 WIB. Padahal, saham TLKM kemarin sudah semapt ditutup melemah.
Baca Juga
Konsisten Jalankan Transformasi, Telkom (TLKM) Catat Pertumbuhan Laba Bersih 18,3%
Telkom (TLKM) melalui rilis laporan kinerja keuangan mengungkap lompatan laba bersih sebanyak 18,3% YoY menjadi Rp 24,6 triliun pada akhir 2023. Meskipun pendapatan konsolidasian hanya tumbuh 1,3% menjadi Rp 149,2 triliun.
Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat sebesar Rp 77,6 triliun dengan EBITDA margin pada 52,0%. Pencapaian positif ini dikontribusi oleh pertumbuhan bisnis data, internet & IT Service yang tumbuh 6,5% YoY menjadi Rp 87,4 triliun. Adapun IndiHome dan layanan Interkoneksi juga catat pertumbuhan pendapatan yang cukup memuaskan pada 2,7% YoY dan 7,0% YoY.
Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, dengan fokus pada transformasi dan implementasi strategi utama 5 Bold Moves, Telkom tetap mampu mencatat kinerja positif baik keuangan maupun operasional.
Baca Juga
Telkom (TLKM) Sebut Data Center Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Kinerja
“Tentunya hal ini tidak mudah, di tengah tantangan yang ada seperti persaingan bisnis, jangkauan infrastruktur, regulasi, hingga kebutuhan akan partnership dan investasi. Namun apa yang Telkom raih saat ini, menunjukkan sinyal positif dan mendorong kami untuk terus melanjutkan transformasi,” katanya.
Perseroan juga mencatatkan bahwa Telkomsel selaku anak usaha Telkom tetap menjadi penyumbang utama dengan kontribusi Rp 102,4 triliun. Pencapaian tersebut utamanya didorong oleh pertumbuhan digital business hingga 7,6% YoY menjadi Rp 78,5 triliun dengan kontribusi dari total pendapatan sebesar 88,0% dari tahun sebelumnya 81,9%. Telkomsel terus fokus pada peningkatan market share dengan jumlah pelanggan mobile mencapai 159,3 juta dan pelanggan IndiHome residensial (B2C) 8,7 juta pada akhir 2023.

