Kinerja Sesuai Estimasi, Saham BBTN Kembali Dipertahankan Beli
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 1.540. Target tersebut mempertimbangkan performa keuangan perseroan hingga April 2024 sudah sesuai estimasi.
Hingga April 2024, BTN membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebanyak 15% menjadi Rp 10,14 triliun, PPOP turun menjadi Rp 2,05 triliun, laba bersih naik 5% menjadi Rp 984 miliar, pertumbuhan kredit sebanyak 14%, dan pertumbuhan simpanan mencapai 11%. NIM mencapai 3,2% dan cost of fund (CoF) sebesar 5,1%.
Baca Juga
Analis Trimegah Sekuritas Willinoy Sitorus dan Jonathan Gunawan mengatakan, BTN berhasil menjaga margin bunga bersih (NIM) tetap kuat bersamaan kualitas aset terjaga dengan baik hingga April 2024. Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa performa keuangan dan operasional BTN sampai April masih berjalan sesuai dengan ekspektasi.
“Keberhasilan perseroan dalam menarik simpanan dengan tingkat bunga rendah menopang terhadap stabilitas CoF, sehingga BBTN berhasil mencatatkan NIMN sebesar 3%,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan lalu.
BTN mempertahankan CoF sekitar 4,6% pada April 2024 atau sama dengan bulan sebelumnya. Hal ini menjadikan NIM perseroan hanya turun tipis dari 3,1% menjadi 3% pada April. Perseroan juga berhasil menjagi pertumbuhan kredit berkisar 0,4% dari bulan ke bulan.
Baca Juga
“Dengan adanya rencana penjualan aset-aset tahap dua dalam waktu dekat atau setidaknya semester I, tingkat keuntungan perseroan akan kembali kuat pada paruh pertama tahun ini,” tulisnya.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pasarnya menyebutkan bahwa realisasi peningkatan laba bersih BBTN sebesar 5% menjadi Rp 984 miliar hingga April didukung atas penurunan provisi mencapai 27%.
“Laba bersih tersebut sudah sesuai dengan estimasi kami, yaitu merefleksikan 27% dari target tahun ini. Perolehan tersebut juga sudah sesuai dengan estimasi consensus analis dengan raihan 26% dari target sepanjang tahun ini,” tulis riset tersebut.
Terkait biaya kredit (cost of credit/CoC), BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, lebih baik dari perkiraan mencapai 0,7% atau terjadi penurunan dari periode sama tahun lalu sekitar 1,1%. Perseroan juga menunjukkan pertumbuhan kredit dan simpanan yang tetap kuat.
Baca Juga
BTN Revisi Target Pertumbuhan Kredit Usai BI Rate Naik Jadi 6,25%
Manajemen BBTN dalam laporan terakhirnya menyebutkan bahwa perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit sekitar 14,43% secara year on year (yoy) menjadi sekitar Rp 345,5 triliun hingga April 2024, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya. Pencapaian kinerja BTN tersebut sesuai dengan target 2024.
Pergerakan pertumbuhan kredit emiten bersandi saham BBTN ini sejalan dengan arah bisnis perseroan. Pertumbuhan kredit BBTN per April tersebut mulai menyesuaikan target bisnis perseroan atau sedikit melandai dari kenaikan kredit sebesar 14,8% secara tahunan (yoy) per Kuartal I-2023.
Baca Juga
Bos BTN Beberkan Update Terbaru Rencana Merger BTN Syariah dengan Bank Muamalat
Berdasarkan laporan keuangan bulanan yang tayang di situs resmi perseroan, BTN juga mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 11,11% yoy menjadi sekitar Rp 450,53 triliun pada April 2024 dibandingkan dengan periode sama di tahun sebelumnya.
Dana pihak ketiga (DPK) BTN juga menunjukkan kenaikan positif per April 2024. DPK BTN naik 11,39% yoy dari Rp 321,7 triliun menjadi sekitar Rp358,3 triliun pada April 2024. Dengan kinerja tersebut, BTN mencatatkan laba bersih sekitar Rp 983,8 miliar atau naik sekitar 5,15% yoy.
Grafik Saham BBTN

