Kinerja Keuangan Telkom (TLKM) Kuartal I-2024 Sesuai Estimasi, Begini Target Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – Performa kinerja keuangan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sepanjang kuartal I-2024 sudah sesuai estimasi. Hal ini didukung keberhasilan perseoran mempertahankan peningkatan laba bersih inti sebanyak 14,5% quartal on quartal (QoQ) dan year on year (YoY) sebanyak 2,6%.
“Realisasi pendapatan dan laba bersih TLKM per kuartal I-2024 relatif sesuai dengan estimasi kami dan konsensus analis. Perolehan laba bersih inti telah merefleksikan 23,8% dari target kami dan 23,6% dari perkiraan konsensus analis,” tulis analis CGS CIMB Sekuritas Bob Setiadi dan Rut Yesika Simak dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, pekan ini.
CGS CIMB Sekuritas mengkalkulasi bahwa laba bersih inti TLKM meningkat menjadi Rp 6,3 triliun pada kuartal I-2024. Sedangkan pendapatan perseroan mencapai Rp 37,4 triliun atau turun 1,4% dari kuartal akhir tahun 2023. Penurunan pendapatan dipicu atas pelemahan pendapatan dari telepon sura dan Indihome, sebaliknya pendapatan data masih tumbuh solid.
Baca Juga
Telkom Cetak Laba Bersih Operasi Rp6,3 Triliun di Kuartal I-2024, Naik 3,1% YoY
CGS CIMB Sekuritas juga memberikan pandangan positif terhadap kemampuan perseroan mengerek naik margin EBITDA dari 48,8% pada kuartal akhir 2023 menjadi 51,9% pada kuartal I-2024. Begitu juga dengan margin keuntungan bersih naik dari 13,3% pada kuartal IV-2023 menjadi 16,2% pada kuartal I-2024.
Terkait margin EBITDA, perseroan berhasil mengerek naik menjadi 51,9% pada kuartal I-2024, dibandingkan dengan kuartal VI-2023 sebesar 48,8%, namun turun dari realisasi kuartal I-2023 sebanyak 52,6%. Realisasi margin EBITDA tersebut masih sesuai dengan targret manajemen TLKM berkisar 50-52%.
Berbagai faktor tersebut mendorong CGS CIMB Sekuritas untuk mempertahankan hold saham TLKM dengan target harga Rp 3.600. Dengan harga penutupan saham TLKM Rp 3.150 terbuka penguatan sebanyak 14,28%.
Baca Juga
Dulu Jadi Pilihan Investor, Kini Pergerakan Saham UNVR, ASII, dan TLKM kian Merana
Telkom dalam rilis laporan kinerja keuangan kuartal I-2024 membukukan kenaikan pendapatan konsolidasi sebesar 3,7% menjadi Rp 37,4 triliun. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan kinerja bisnis Data, Internet & IT Services senilai 11,3% YoY menjadi Rp 22,1 triliun.
EBITDA meningkat menjadi Rp 19,4 triliun atau tumbuh 2,2% YoY dengan margin EBITDA yang stabil di kisaran 51,9%. Begitu juga dengan laba operasi tumbuh sebanyak 3,1% menjadi Rp 6,3 triliun atau dengan margin sebesar 16,9%. Hal ini menunjukkan kinerja perseroan yang memuaskan di tengah kondisi industri yang kian menantang.
“Awal tahun 2024, TelkomGroup masih fokus pada langkah transformasi melalui strategi utama Five Bold Moves. Alhamdulillah, kinerja perseroan masih berjalan cukup baik, meski kondisi industri penuh tantangan dan gejolak geopolitik global yang memberikan pengaruh besar terhadap kondisi makroekonomi, termasuk kinerja saham Telkom. Kami akan terus menjalankan bisnis dengan berfokus pada penguatan digital connectivity, digital platform, dan digital service,” ujar Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah.
Pada segmen Mobile, Telkomsel selaku anak usaha Telkom membukukan pendapatan positif Rp 28,5 triliun dengan tingkat profitabilitas yang sehat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan Digital Business sebesar Rp19,7 triliun atau tumbuh 8,6% YoY. Lalu lintas data juga mengalami peningkatan cukup baik sebesar 14,4% YoY menjadi 4.823.809 TB.
Baca Juga
Starlink Masuk Indonesia, Kinerja Keuangan dan Saham Telkom (TLKM) Justru Bisa Moncer, Kok Bisa?
Telkomsel terus fokus pada produktivitas pangsa pasar dengan jumlah pelangan seluler mencapai 159,7 juta atau tumbuh 5,7% YoY dan pelanggan IndiHome residensial (B2C) 8,9 juta pada akhir Maret 2024. Demi memperkuat posisi sebagai pemain dominan dalam aspek jangkauan konektivitas dan kualitas layanan, saat ini Telkomsel memiliki 257.349 Base Transceiver Station (BTS), yang terdiri dari 207.671 BTS 4G dan 710 BTS 5G.
Pada segmen Enterprise, perseroan mencatat kinerja sebesar Rp4,5 triliun dengan layanan B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity sebagai kontributor utama pendapatan. Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis Cloud, Digital IT Services dan Cyber Security, termasuk menjalin kerja sama strategis dengan pemain teknologi global.
Baca Juga
Usai Umumkan Kenaikan Laba, Kira-kira Begini Potensi Dividen Telkom (TLKM)
Selanjutnya, segmen Wholesale dan International mencatat pendapatan Rp4,8 triliun atau tumbuh 17,8% YoY dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital. Hingga akhir Maret 2024, bisnis data center dan cloud TelkomGroup membukukan pendapatan Rp449 miliar atau tumbuh 24,6% YoY.
Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel mencatat pendapatan Rp 2,2 triliun atau tumbuh 7,3% YoY, didorong oleh pendapatan sewa menara. EBITDA dan laba bersih tumbuh masing-masing sebesar 9,9% dan 4,0% YoY dengan margin keduanya yang semakin baik senilai 83,5% dan 23,6%. Sepanjang kuartal I/2024, Mitratel menambah sebanyak 121 tower baru sehingga total kepemilikan tower menjadi 38.135 tower dengan tenancy ratio yang meningkat cukup baik dari 1,46x di 2022 menjadi 1,52x pada akhir Maret 2024.
Estimasi Kinerja Keuangan TLKM
Sumber: CIGS CIMB Sekuritas

