Optimistis Kinerja Membaik 2026, ESSA Bidik Produksi Elpiji dan Amonia Naik Jadi Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Emiten petrokimia PT Essa Industries Indonesia Tbk memproyeksikan perbaikan kinerja pada 2026 setelah membukukan performa yang tertekan sepanjang 2025, seiring rencana peningkatan produksi elpiji dan amonia serta perombakan fasilitas untuk menjaga keandalan jangka panjang.
Emiten kongsi Boy Thohir dan TP Rachmat ini menilai peluang pemulihan terbuka meski tetap bergantung pada dinamika harga komoditas global yang membentuk pendapatan dan laba.
Direktur dan Chief Financial Officer PT Essa Industries Indonesia Tbk Prakash Chand Bumb menjelaskan perseroan menargetkan produksi harian rata-rata elpiji sebesar 174,3 metric ton per day pada 2026, dengan volume penjualan 62.222 metric ton. "Target tersebut disiapkan setelah evaluasi kinerja 2025 yang terdampak pelemahan harga dan penurunan volume," kata Prakash dalam paparan publik perseroan belum lama ini dikutip Kamis (22/1/2026).
Baca Juga
Anjlok di Semester I, ESSA Optimistis Pemulihan Kinerja Terjadi di Semester II
Untuk menopang target tersebut, pada 2026 ESSA merencanakan perombakan besar pada unit mesin dan kompresor di bisnis elpiji. Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan kinerja fasilitas sekaligus memastikan keandalan operasional dalam jangka panjang.
Di sisi lain, pada bisnis amonia, ESSA menargetkan produksi harian rata-rata 2.154 metric ton per day dengan volume penjualan 710.000 metric ton. Manajemen menyatakan akan meningkatkan produktivitas, keandalan, dan efisiensi operasional agar kinerja segmen ini lebih stabil.
“Namun, untuk total pendapatan dan laba akan bergantung pada harga jual atau harga pasar yang ditentukan oleh pasar internasional. Baik bisnis amoniak maupun elpiji merupakan komoditas, dan harganya ditentukan oleh permintaan dan penawaran produk,” ujar Prakash Chand Bumb.
Prakash menambahkan, perseroan tidak menetapkan target pendapatan dan laba untuk 2026, namun fokus mengendalikan biaya dan mendorong efisiensi operasional agar tetap adaptif terhadap volatilitas pasar global.
Sepanjang 2025, kinerja ESSA tercatat melemah. Produksi elpiji turun 8% secara tahunan menjadi 47.624 metric ton hingga kuartal III/2025, sejalan dengan rata-rata harga elpiji yang melemah 2% menjadi US$ 584 per ton.
Baca Juga
Meski Laba Turun 37%, ESSA justru Berhasil Terbebas dari Utang
Tekanan juga terjadi pada bisnis amonia. Produksi amonia turun 2% secara tahunan menjadi 549.956 metric ton hingga kuartal III/2025, seiring rata-rata harga amoniak yang merosot 10% menjadi US$ 312 per metric ton.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kinerja keuangan. ESSA membukukan pendapatan US$ 200,35 juta pada kuartal III/2025, turun 12,93% secara tahunan dari US$ 230,11 juta pada periode yang sama 2024. Laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih tercatat US$ 21,30 juta, merosot 36,53% secara tahunan dari US$ 33,56 juta.

