Akibat Harga Amonia Anjlok, Laba Bersih ESSA Merosot 73% di 2023
JAKARTA, investortrust.id – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan penurunan pendapatan sebanyak 53% (yoy) menjadi US$ 345 juta pada akhir 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 731,49 juta. Penurunan dipicu atas koreksi harga komoditas ammonia.
Penurunan tersebut menjadikan EBITDA perseroan turun 65% menjadi US$ 123,3 juta pada 2023. Sedangkan laba bersih anjlok 73% (yoy) menjadi US$ 38,9 juta tahun lalu.
Baca Juga
Amman Mineral (AMMN) Ungkap Progress Pembangunan Dua Smelter
Manajemen ESSA menjelaskan, penyebab utama penurunan pendapatan adalah harga komoditas yang lebih rendah dan pemberhentian operasional (shutdown) pabrik amonia dalam rangka pemeliharaan terjadwal pada kuartal I-2023.
“ESSA terus berkomitmen mencapai keunggulan operasional dan cost discipline,” ujar Corporate Secretary ESSA Shinta D. U. Siringoringo, Senin (5/2/2024).
Tahun lalu, realisasi harga amonia ESSA turun 54% (yoy) menjadi rata-rata US$ 412 per metrik ton (MT). Penurunan harga amonia dimulai pada awal 2023 dan mencapai level terendah pada pertengahan tahun lalu, kemudian menunjukkan tren peningkatan pada kuartal IV-2023.
Manajemen ESSA memperkirakan harga amonia akan tetap berada di level yang stabil, serupa dengan harga pada 2023. Meskipun pada awal 2024 diprediksi akan terjadi tekanan harga, dipicu isu geopolitik di Timur Tengah dan Kawasan Laut Merah.
Baca Juga
Mirae Pangkas Target Harga Saratoga (SRTG), Ternyata Ada Kaitan dengan Kinerja TBIG dan ADRO
“ESSA akan terus fokus pada manufacturing excellence, pengembangan program keberlanjutan lingkungan, dan beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang,” tegas Shinta.
Perusahaan yang dulunya bernama Surya Esa Perkasa ini menyebutkan, pihaknya juga berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan dan inovasi. Hal ini dibuktikan melalui studi kelayakan tahap 2 yang sedang berlangsung untuk proyek pengembangan Blue Ammonia.
Perusahaan tercatat yang bergerak di sektor energi dan kimia, melalui kilang LPG dan pabrik amonia itu menilai, studi kelayakan merupakan pondasi awal dalam membentuk lanskap inisiatif ESSA dalam upaya dekarbonisasi di masa yang akan datang. (CR-10)

