ESSA Industries (ESSA) Jadi Produsen Blue Ammonia Terdepan, Bagaimana dengan Target Harga Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – Sinarmas Sekuritas mengungkap potensi penguatan saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) sebanyak 27,65% dari Rp 940 menjadi Rp 1.200 dengan rekomendasi beli dalam 12 bulan ke depan.
Sinarmas Sekuritas dalam riset yang diterbitkan beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa rekomendasi beli saham ESSA ini mempertimbangkan posisi perseroan sebagai produsen ammonia yang solid dan berlanjutnya strategi ekspansi ke ammonia biru (blue ammonia).
Baca Juga
Saham Indosat (ISAT) Stock Split Hari ini, Begini Target Harga Barunya
“Saat ini saham ESSA menawarkan peluang harga yang sangat atraktif didukung posisi perseroan di pasar ammonia yang solid dan berlanjutnya ekspansi perseroan,” tulisnya dalam riset tersebut.
Estimasi Kinerja Keuangan ESSA
Rekomendasi tersebut juga mempertimbangkan peluang stabilnya volume penjualan ammonia perseroan dengan target mencapai 730 ribu ton tahun 2024 dan 2025. Sedangkan rata-rata harga jual diprediksi tetap stabil level US$ 406 per ton tahun ini.
Dengan peluang pertumbuhan solid tersebut, Sinarmas Sekuritas menyebutkan, harga saham ESSA masih terdiskon besar, dibandingkan valuasinya saat ini. Target harga tersebut mempertimbangkan performa operasional yang diprediksi resilens ke depan.
Baca Juga
Laba Bersih Wulandari Bangun Laksana (BSBK) Melejit 226,74% di Kuartal III-2024
Terkait ekspansi, dia mengatakan, perseroan tengah menuntaskan proyek ammonia biru fase II dengan target penyelesaian kuartal IV-2024 dan ditargetkan beroperasi penuh tahun 2027.
Sinarmas Sekuritas menyebutkan bahwa ESSA merupakan produsen ammonia nasional yang terus berkembang. Perseroan kini menempati posisi paling atas atas pengembangan ammonia biru yang diharapkan menopang pertumbuhan kinerja keuangan ke depan.
Grafik Saham ESSA

