Semester I, ESSA Industries Cetak Lonjakan Laba 418%
JAKARTA, investortrust.id – PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) membukukan lompatan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 418% menjadi US$ 20,6 juta pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 4 juta.
Lompatan tersebut sejalan dengan peningkatan penurunan dalam beban pokok penjualan dari US$ 137,19 juta menjadi US$ 99,46 juta. Sedangkan pendapatan turun dari US$ 168,17 juta enjadi US$ 151,61 juta. Alhasil laba kotor perseroan melesat dari US$ 30,98 juta menjadi US$ 52,14 juta.
Baca Juga
Emiten Properti Bangkit! Empat Saham Ini Direkomendasikan 'Buy'
Manajemen perseroan melalui penjelasan resminya mengungkap, meskipun pendapatan turun, perseroan berhasil mencetak lompatan EBITDA sebanak 48% menjadi US$ 61,6 juta hingga akhir Juni 2024. Kenaikan ditopang peningkatan volume produksi bersamaan dengan penurunan drastis biaya.
ESSA mencatatkan peningkatan volume produksi amonia semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu. Perseroan juga diuntungkan atas kenaikan harga jual amonia sejak kuartal II tahun ini. Sebaliknya volume produksi LPG turun akibat adanya pemeliharaan pabrik selama dua pekan.
Baca Juga
Koreksi Berlanjut, Saham Barito Renewables (BREN) Sempat Terdepak dari Market Cap Teratas
“Kami memeprkirakan harga amonia pada semester II tahun ini diperkirakan tetap stabil dan lebih tinggi semester I tahun ini. Sedangkan harga LPG diproyeksikan berada di atas level terendahnya, seiring pemangkasan produksi migas OPEC+,” tulis Corsec ESSA Shinta DU Siringoringo dalam penjelasan resminya di Jakarta, hari ini.
Grafik Saham ESSA

