Produksi ‘Blue Amonia’, Pupuk Indonesia Kaji Pemanfaatan Karbon Dioksida Anak Usaha Energi Mega Persada (ENRG)
JAKARTA, investortrust.id – Pupuk Indonesia mengukuhkan kerja sama dengan anak usaha PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), yaitu PT Pema Global Energi (PGE), terkait pemanfaatan emisi karbon dioksida (CO2).
Lewat MoU itu, Pupuk Indonesia bersama Pema Global Energi akan menjajaki peluang kerja sama pengembangan carbon capture and storage (CCS) dan carbon capture utilization and storage (CCUS) di Wilayah Kerja PGE, terutama di Lapangan Gas Arun, Lhokseumawe, Aceh untuk produksi blue ammonia.
Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun dipilih sebagai lokasi pengembangan CCS dan CCUS karena memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Aceh. Dengan potensi ini, Rahmad berharap Aceh menjadi pusat perdagangan clean ammonia dunia.
Terlebih saat ini, Pupuk Indonesia juga tengah menjalin kerja sama dengan perusahaan asal Jepang untuk mengembangkan hybrid green ammonia di Aceh. Rahmad mengungkapkan bahwa pihaknya sedang dalam tahap negosiasi agar fasilitas ammonia bunkering yang semula direncanakan berada di Singapura dapat dipindahkan ke Aceh.
“Sehingga tidak hanya memproduksi clean ammonia, tetapi kita juga bisa menjadikan Aceh menjadi pusat perdagangan dunia. Kami mohon doa dan dukungannya,” kata Rahmad dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu (12/7/2025).
Baca Juga
Pupuk Indonesia Gandeng Entitas Energi Mega Persada (ENRG), Amankan Pasokan Gas Bumi
Menurut dia, penandatangan nota kesepahaman ini merupakan wujud nyata dukungan Pupuk Indonesia terhadap visi Asta Cita pemerintah dalam mencapai swasembada pangan dan membangun ekonomi hijau, sekaligus mengejar target Nol Emisi (NZE) 2060.
Selain itu, proyek ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah operasional Pupuk Indonesia.
“Kami percaya, inisiatif ini tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan dan industri untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, namun juga akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global energi bersih,” tutup Rahmad.
Baca Juga
Energi Mega (ENRG) Cetak Kenaikan Laba 10%, Dua Faktor Ini Jadi Penopangnya
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Energi Mega Persada, Syailendra S. Bakrie menyambut positif dimulainya penjajakan kerja sama pemanfaatan emisi CO2 dan penyediaan gas bumi dengan Pupuk Indonesia. Dia berharap melalui pengembangan fasilitas CCS dan CCUS dengan Pupuk Indonesia dapat mendukung rencana pemerintah mencapai target NZE 2060.
”Dengan pengembangan fasilitas CCS dan CCUS di Wilayah Kerja PGE ini, kami berharap untuk dapat mendukung rencana pemerintah mencapai target Net Zero Emission tahun 2060,” kata Syailendra.
Pada kuartal pertama tahun ini, wilayah kerja PGE telah memproduksi sekitar 45 juta kaki kubik gas per hari dan 1.033 barel minyak per hari. Blok tersebut juga mengoperasikan cadangan terbukti dan terukur sebesar 159 miliar kaki kubik gas dan 10,8 juta barel minyak.

