Energi Mega Persada (ENRG) Cetak Laba US$ 45,69 Juta di Kuartal III-2023
JAKARTA, investortrust.id – Emiten minyak dan gas (migas) PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melaporkan kinerja kuartal III-2023 dengan membukukan laba bersih US$ 45,69 juta atau sekitar Rp 707,72 miliar (kurs Rp 15.488).
Sebelumnya, pada kuartal III-2022, laba bersih perusahaan afiliasi Grup Bakrie ini mencetak laba bersih US$ 44,14 juta.
Kinerja bottom line Energi Mega Persada terkerek, berkat penurunan beban pajak penghasilan dari US$ 65,24 juta menjadi US$ 27,15 juta pada periode perbandingan yang serupa. Sedangkan, penjualan bersih dan laba usaha perseroan sepanjang Januari-September 2023 turun, masing-masing 13,84% dan 31,94% menjadi US$ 296 juta dan US$ 89,78 juta.
Baca Juga
META Serahkan Sebagian Saham Anak Usaha pada Dua Perusahaan Ini
Dengan begitu, laba sebelum beban pajak penghasilan Energi Mega Persada ikut tertekan menjadi US$ 72,66 juta dari US$ 109,33 juta di sembilan bulan pertama tahun lalu.
Direktur Utama Energi Mega Persada Syailendra S. Bakrie menjelaskan, penurunan tersebut disebabkan oleh berkurangnya produksi gas harian dan penurunan harga jual minyak karena harga minyak dunia yang lebih rendah.
“Penurunan produksi gas harian disebabkan karena penyerapan gas yang lebih rendah di aset Kangean oleh pembeli yang berlokasi di Jawa Timur,” tulis Syailendra dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip pada Senin (6/11/2023).
Dia menambahkan, saat ini perseroan tengah mempersiapkan rencana kerja. Termasuk di antaranya, mencari pembeli gas baru, kegiatan eksplorasi, dan pekerjaan pengembangan di blok Kangean untuk mempertahankan rasio penggantian cadangan minyak dan gas (migas) yang lebih konsisten.
Disamping itu, pengeluaran yang telah dilakukan perusahaan untuk aset-aset yang sudah dimiliki maupun aset-aset yang baru, diinformasikan turut memberikan dampak terhadap penurunan profitabilitas perusahaan.
Baca Juga
Saham GOTO Melesat dan Diborong Asing, Target Harganya Ternyata masih Tinggi
“Namun demikian, perseroan berharap untuk dapat merealisasikan hasilnya dan meningkatkan pendapatannya di masa mendatang,” ungkap Syailendra.
Menurut dia, perseroan menunjukan kinerja yang semakin membaik dari kuartal kedua ke kuartal ketiga tahun ini. Volume produksi minyak Energi Mega Persada diklaim masih cukup konsisten, yakni pada level sekitar 5.600 barel per hari. Adapun aset-aset perseroan lainnya seperti Wilayah Kerja (WK) Bentu, Kangean, dan Sengkang mencatatkan peningkatan produksi gas masing-masing 4%, 6%, dan 2%.
“Oleh karenanya, penjualan bersih perseroan meningkat sebesar 18% (QtoQ) menjadi US$ 104 juta. EBITDA dan laba bersih perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 20% dan 111% masing-masing menjadi US$ 60 juta dan US$ 19 juta,” papar Syailendra.
Meningkat Kuartal IV
Manajemen pun berharap, dapat mengkonsolidasikan beberapa aset berproduksinya yang baru saja dibeli di laporan keuangan periode kuartal IV-2023. Selain itu, beberapa aset perseroan yakni Malacca yang memproduksi minyak, serta dua WK yang memproduksi gas yaitu Bentu dan Sengkang akan terus meningkat produksinya pada kuartal IV-2023 dan sepanjang 2024.
“Manajemen perseroan berkeyakinan untuk dapat membukukan kinerja produksi dan keuangan yang lebih baik tahun 2024 dibandingkan dengan kinerja perseroan tahun 2023,” tutup Syailendra.
Baca Juga
Top! Net Buy Berlanjut, Asing Borong Saham BBCA, GOTO, hingga BBRI
Dilihat dari total kekayaannya, Energi Mega Persada masih memiliki aset sebanyak US$ 1,22 miliar per 30 September 2023, bertambah dari US$ 1,19 miliar pada akhir 2022. Total aset sepanjang kuartal ketiga ini, terdiri atas aset lancar US$ 195,33 juta dan aset tidak lancar US$ 1,03 miliar.
Pada perbandingan periode yang serupa, ENRG masih membukukan tanggung jawab keuangan (liabilitas) senilai total US$ 666,97 juta, terdiri atas liabilitas jangka pendek US$ 371,61 juta dan liabilitas jangka panjang US$ 295,36 juta. Jumlah ini sedikit berkurang dari posisi 31 Desember 2022 yang senilai total US$ 679,4 juta.
Di sisi lain, perseroan memiliki total ekuitas bersih US$ 559,85 juta per 30 September 2023, naik dari US$ 514,92 juta pada akhir tahun lalu.
Sebagai informasi, 43,77% atau 10,86 miliar saham ENRG dimiliki PT Bakrie Kalila Investment yang juga berlaku sebagai pemegang saham pengendali. Sedangkan kepemilikan saham oleh masyarakat berjumlah 10,87 miliar, setara 43,8% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor dalam Energi Mega Persada. (CR-10)

